KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Penerapan sistem rujukan menjadi elemen penting dalam pelaksanaan program Making Pregnancy Safer dan Safe Motherhood yang mampu menekan angka kematian ibu hingga 80 persen.

dr. Eugeinus Phyowani Ganap, Sp.OG (K). menyampaikan hal itu saat ujian terbuka program doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM), Selasa (24/10/2017) di Auditorium FK UGM. Phyo mempertahankan disertasi berjudul “Penggunaan Alat Ukur Kualitas Rujukan Obstetri Sosial sebagai Alat Bantu Pembuatan Rekomendasi pada Forum Audit Maternal Perinatal”.

Phyo mengatakan evaluasi kualitas rujukan maternal merupakan salah satu cara dalam menurunkan angka kematian ibu. Terdapat berbagai faktor yang berperan dalam menentukan kualitas rujukan, seperti tenaga penolong, komunikasi, alat transportasi rujukan, dan jarak antarfasilitas rujukan.

“Melalui evaluasi terhadap kualitas rujukan dapat diketahui faktor-faktor apa saja yang belum berjalan optimal,” tuturnya.

Penerapan sistem rujukan kesehatan saat ini, disebutkan Phyo, belum berjalan secara optimal di semua tingkat fasilitas kesehatan. Hal ini dapat dilihat dari masih banyaknya kasus kematian ibu dan anak serta kasus-kasus lain yang membutuhkan rujukan dan rujukan balik, tetapi belum terlayani secara memadai.

Phyo mencontohkan di DIY angka kematian ibu mengalami penurunan, namun demikian terjadi fluktuasi yang signifikan. Data Dinas Kesehatan DIY tahun 2013 mencatat terjadi fluktuasi angka kematian ibu secara absolut mulai dari 36 ribu pada tahun 2009 menjadi 56 ribu di tahun 2011 dan meningkat hingga 41 ribu di tahun 2012.

“Audit maternal perinatal sudah dilakukan sejak 2003 silam, tetapi belum berhasil menurunkan angka kematian ibu secara signifikan di DIY,” jelasnya.

Melihat kondisi tersebut Phyo berusaha mengembangkan sebuah alat ukur yang dapat digunakan untuk menilai kualitas rujukan obstetri sosial. Adapun komponen-komponen yang menjadi masukan untuk penilaian alat kualitas rujukan antara lain usia, wilayah, penyebab, sumber daya manusia, prosedur, komunikasi, transportasi, pembiayaan, dan GPS.

Melakukan penelitian di RS Dr. Sardjito pada 120 subjek rujukan diketahui bahwa alat ukur kualitas rujukan obstetri sosial mampu menilai kualitas rujukan maternal dan perinatal  di RS Dr. Sardjito. Selain itu, alat ini juga dapat dijadikan sebagai pertimbangan alat bantu dalam pembuatan rekomendasi pada forum audit maternal dan perinatal.

Sumber:

Bagian Humas dan Protokol UGM