KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Tanaman anggrek jenis Dendrobium phalaenopsis mengalami ancaman kepunahan di Indonesia. Jumlah spesies ini semakin jarang ditemukan di alam akibat domestikasi  dan penggunaan sebagai induk pada persilangan anggrek dalam budidaya.

“Upaya pelestarian perlu dilakukan untuk menjaga anggrek ini dari ancaman kepunahan,” jelas Nintya dalam acara diseminasi hasil riset mahasiswa program doktoral Fakultas Biologi UGM.

Disebutkan Nintya, pelestarian tanaman anggrek bisa dilakukan melalui carakultur jaringan maupun rekayasa genetika. Dia sendiri melakukan penelitian rekayasa genetik dengan melakukan penyisipan gen AtRKD4 untuk induksi embrio somatik pada anggerk Dendrobium phalaenopsis.

Diseminasi penelitian Biologi Oktober 2018.(Foto: Humas UGM)
Diseminasi penelitian Biologi Oktober 2018.(Foto: Humas UGM)

“Penyisipan gen AtRKD4 mampu memperbanyak jumlah tunas anggrek,” jelasnya, Kamis (18/10/2018) di Fakultas Biologi UGM.

Nintya mengatakan terdapat perbedaan yang signifikan antara embrio somatik yang tidak disisipi dengan yang disisipi gen AtRKD4.

“Pada embrio yang tidak disisipi gen AtRKD4 hanya akan membentuk 1 tunas, sementara yang disisipi bisa multitunas,” terang dosen Biologi Universitas Diponegoro ini.(Humas UGM)