KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Pembangunan bandar udara (bandara) New Yogyakarta International Airport cepat atau lambat akan membawa dampak bagi semua sektor, khususnya bagi masyarakat dan lingkungan di Kabupaten Kulonprogo. Tidak hanya dampak sosial, melainkan juga ekonomi, perdagangan, dan keamanan. Terkait hal itu, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengharapkan kesiapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo dapat mengantisipasinya.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ir. Gatot Saptadi menyampaikan harapannya usai acara Penyerahan Hasil Pelaksanaan Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Bandara Baru Internasional Yogyakarta di Kabupaten Kulonprogo, Kamis (29/3/2018) di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) DIY, Jalan Brigjen Katamso, Yogyakarta. Gatot Saptadi didampingi Project Manager New Yogyakarta International Airport R. Sujiastono dan Kepala Kanwil BPN DIY Tri Wibisono.

“Terkait dengan bandara, dampak yang paling kentara akan muncul, menjadi tempat keluar dan masuk orang dan barang yang diharapkan menjadi bagian kesiapan Pemerintah Daerah untuk mengantisipasi semua itu. Dari infrastruktur pasti juga harus diberikan untuk kemudahan akses bandara,” ujarnya.

Ketua Pengurus Daerah Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Pengda Kagama) DIY itu juga mengungkapkan perlunya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), baik warga di wilayah DIY maupun warga di Kabupaten Kulonprogo agar dapat mengambil peluang. Artinya, bukan kemudian dipaksa untuk alih profesi, melainkan supaya bisa mengoptimalkan potensinya di daerah dalam menangkap peluang dan mengawal masyarakat untuk mendapatkan manfaat langsung dari keberadaan bandara.

“Sektor ekonomi diharapkan dengan adanya bandara aktivitas ekonomi akan berjalan dan masyarakat DIY dan khususnya Kulonprogo tidak boleh hanya menjadi penonton, tapi juga pemain dengan memanfaatkan bandara,” tandas Gatot. [RTS]