Raih IPK Tertinggi di Fakultas Kehutanan, Hobo Ingin Jadi Ahli Konservasi Hidrologi dan Penulis

914
Hobo ingin menjadi seorang yang sukses, memiliki cukup bekal unik menjadi pegiat lingkungan, menjadi bagian dari konservasi orang utan. Foto: Istimewa
Hobo ingin menjadi seorang yang sukses, memiliki cukup bekal unik menjadi pegiat lingkungan, menjadi bagian dari konservasi orang utan. Foto: Istimewa

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Semasa mahasiswa Kristin Banyu Risang Hobo sudah terbiasa memprioritaskan akademik.

Segala hal dia lakukan secara optimal selama ini.

Tak heran, perempuan yang akrab disapa Hobo ini menjadi wakil wisudawan dari Fakultas Kehutanan, pada Program Wisuda Sarjana dan Diploma Periode II Tahun Akademik 2019/2020.

“Dulu Saya sebenarnya sudah kuliah di Teknik Sipil UGM 2014, tapi Saya memilih keluar dan masuk lagi ke Fakultas Kehutanan 2015.”

“Sebenarnya di Kehutanan ini Saya ingin mempertanggungjawabkan pilihan Saya untuk pindah jurusan sih, biar tidak mengecewakan ibu Saya dan keluarga Saya,” ujar Hobo kepada Kagama.

Peraih IPK 3,95 ini mengaku tidak punya rencana untuk meraih IPK tinggi dan tidak memiliki trik khusus pula sebelumnya.

Bagi Hobo, satu hal penting yang harus dilakukannya adalah tidak pernah absen kelas.

Baca juga: Dorong Pengembangan SDM, Presiden Jokowi Getol Rehabilitasi Sekolah

Saat kuliah berlangsung dia selalu dokus mendengarkan dosen, mencatat materi.

Namun karena Hobo rabun jauh, dia selalu berusaha duduk paling depan.

“Satu lagi, kita harus mencoba akrab dan kenal dengan dosen untuk tahu karakteristik dosen. Agar saat menjawab pertanyaan, kita bisa menyesuaikan jawaban dan cara kita menjelaskan dengan karakter masing-masing dosen,” jelasnya.

Menariknya, dalm belajar Hobo selalu menggunakan sistem kebut semalam yang memakan waktu hanya 5-6 jam.

Intinya Hobo belajar dan mengerjakan tugas semaksimal mungkin, serta meluangkan waktu untuk urusan akademik.

“Selain itu, we just need to study with our own style,” ujar wisudawan yang menyelesaikan studinya selama 4 tahun 3 bulan ini.

Perjuangan kuliah di Fakultas Kehutanan, kata Hobo, sangat menantang dan mengajarkan banyak hal.

Baca juga: Pasca Tragedi Susur Sungai, Tim Relawan UGM Beri Trauma Healing untuk Siswa SMP N 1 Turi