KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Civitas Akademik Universitas Gadjah Mada (UGM) akan mengusulkan Prof. Sardjito sebagai pahlawan nasional. Mengingat, jasa dan kontribusi almarhum di bidang pendidikan, sains, khususnya ilmu dan teknologi kedokteran serta peran aktif dalam perjuangan di era revolusi fisik.

Menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran UGM, Prof. Dr. dr. Sutaryo, Sp.A(K), Senin (22/1/2018) di Kampus UGM, usulan untuk mendiang Prof. Sardjito sebagai pahlawan nasional sebenarnya pernah disampaikan pada 2012. Karenanya, bersamaan kegiatan seminar regional yang akan dilaksanakan Kamis (25/1/2018) usulan tersebut akan diperjuangkan kembali.

Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M. Eng, D. Eng. menambahkan Sardjito adalah seorang ilmuwan pejuang dan pejuang ilmuwan. Atas kontribusinya sejak era revolusi fisik hingga kemerdekaan, Sardjito mendapatkan beragam penghargaan, mulai dari Bintang Gerilya, Bintang Mahaputra tingkat III, Satya Lancana Pejuang Kemerdekaan, hingga Bintang Kehormatan Tingkat II. Menyusul pada tahun ini Sardjito juga akan diusulkan menjadi pahlawan nasional.

“Perjuangan beliau di bidang pendidikan sangat luar biasa. Melaluinya, kemudian muncul tokoh-tokoh di bidang sains, teknologi, seni, dan bidang lainnya yang dihasilkan oleh UGM yang berperan besar melanjutkan perjuangan mencapai kesejahteraan Indonesia,” terang Panut.

Selain seminar regional, civitas akademika UGM pun menyelenggarakan pameran foto sosok dokter yang lahir di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, 13 Agustus 1891 dan meninggal 5 Mei 1970. Sejumlah 34 foto, beberapa dokumen penelitian dan penghargaan Prof. Sardjito, serta video Risalah Sardjito yang merangkum catatan perjalanannya sebagai seorang pejuang, ilmuwan, dan budayawan dipamerkan di Balairung UGM, Senin (22/1/2018)hingga Kamis (25/1/2018). [RTS]