SUATU ketika Siti Isrina Oktavia Salasia menumpang colt kampus (angkot khusus trayek menuju Universitas Gadjah Mada (UGM) dan wilayah Kota Yogyakarta). Kala itu era 1970-an. Ternyata, ia tidak membawa uang sesen pun. Seisi tas, dompet, dan saku pakaiannya sudah diperiksa, tapi tidak ada serupiah pun.

Kepada kernet, ia memberanikan diri untuk menebus ongkos dengan perangko. Beruntung ia karena si kernet  justru membebaskannya dari ongkos. “Kernetnya baik. Dia tahu kalau saya nggak bawa uang,” kenang Oktavia Salasila yang kini menjabat Dekan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM Angkatan 1979.

Karena hidup dalam kondisi ekonomi serba kekurangan, sampai-sampai Oktavia menyembunyikan hari ulang tahunnya. Pasalnya, ia takut jika harus menraktir makan teman sekelas. Sebaliknya, kini Oktavia mencapai hidup sukses menjadi orang nomor satu di FKH UGM.

Tentu pembaca ingin tahu rahasianya, kan? Salah satu yang menjadi prinsipnya adalah memegang teguh pesan ibu. Lalu, apa sih pesan ibu kepada Oktavia? Silakan baca lebih lanjut kisah hidup Dekan FKH UGM Prof. Dr. drh. Siti Isrina Oktavia Salasia di Majalah KAGAMA Edisi April 2017.

Prof. Dr. drh. SIti Isrina Oktavia Salasia. Foto Ayudya MentariKAGAMA
Prof. Dr. drh. SIti Isrina Oktavia Salasia. Foto Ayudya MentariKAGAMA