Presiden Jokowi Terbang ke Abu Dhabi, 6 Sektor Kerja Sama Ekonomi Disepakati

99
Presiden Jokowi hendak bertemu Putra Mahkota Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ), serta menyampaikan pidato kunci di Abu Dhabi Sustainability Week. Foto: Istimewa
Presiden Jokowi hendak bertemu Putra Mahkota Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ), serta menyampaikan pidato kunci di Abu Dhabi Sustainability Week. Foto: Istimewa

KAGAMA.CO, ABU DHABI – Presiden RI, Joko Widodo, tengah bertolak ke Uni Emirat Arab (UEA) pada Minggu (12/1/2020).

Agenda di Uni Emirat Arab dikonfirmasi oleh Joko Widodo melalui akun Twitternya.

Lulusan Fakultas Kehutanan UGM ini mengatakan berkunjung selama dua hari terhitung sejak Minggu (12/1) pagi.

“Saya hendak bertemu Putra Mahkota Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ), serta menyampaikan pidato kunci di Abu Dhabi Sustainability Week, besok (Senin, 13/1/2020),” tutur Jokowi di akun Twitter pribadinya.

Pria kelahiran 21 Juni 1961 ini juga memohon doa kepada masyarakat Indonesia agar agendanya mendapatkan kelancaran.

Koordinator Staf Khusus Kepresidenan, AAGN Ari Dwipayana, pun mengonfirmasi keberadaan Jokowi di UEA.

Dalam unggahan di akun Instagram-nya, Ari mengatakan, pertemuan Jokowi dengan MBZ adalah agenda bilateral.

Presiden Jokowi hendak bertemu Putra Mahkota Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ), serta menyampaikan pidato kunci di Abu Dhabi Sustainability Week. Foto: Istimewa
Presiden Jokowi hendak bertemu Putra Mahkota Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ), serta menyampaikan pidato kunci di Abu Dhabi Sustainability Week. Foto: Istimewa

Baca juga: Lembu Gama, Sapi yang Cepat Gemuk Ini Butuh Perawatan Khusus

Doktor Ilmu Politik jebolan FISIPOL UGM ini menyebut pertemuan dilakukan guna menindaklanjuti kunjungan MBZ ke Bogor pada 24 Juli 2019.

“Pertemuan dengan MBZ malam ini di Istana Abu Dhabi sangat hangat dan produktif,” kata Ari.

Ari bertutur, ada enam sektor kerja sama ekonomi yang disepakati melalui pertemuan ini.

“Telah ditandatangani kesepakatan kerja sama ekonomi khususnya investasi UAE di Indonesia pada beberapa sektor utama,”

“Seperti energi, pertanian, dan kesehatan. Ada juga kerjasama pendidikan dan mengembangkan nilai toleransi, serta moderasi Islam,” papar pria kelahiran Ubud, Bali ini.

Ari menambahkan, kesepakatan investasi ini adalah langkah konkret guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.

Satu hal yang digarisbawahi Ari, Presiden Jokowi tidak pernah berkiblat ke salah satu negara atau pun blok dalam menjalin kerja sama ekonomi.

Entah itu UEA, Timur Tengah, Jepang, Tiongkok, Amerika Serikat, atau Eropa.

”Kita berdaulat memutuskan dengan siapa kita bekerja sama untuk mewujudkan kepentingan nasional,” tegas Ari. (Tsalis)

Baca juga: SDM Unggul Dapat Dicetak dari Keluarga