Pentingnya Membangkitkan Semangat Bahari di Indonesia

68
Membangkitkan semangat bahari bukan bertujuan untuk menangisi kebesaran masa lalu. Akan tetapi untuk berusaha memutar balik sejarah kembalinya kejayaan masa silam itu.(Foto: Dok. Indra)
Membangkitkan semangat bahari bukan bertujuan untuk menangisi kebesaran masa lalu. Akan tetapi untuk berusaha memutar balik sejarah kembalinya kejayaan masa silam itu.(Foto: Dok. Indra)

BERITA, KAGAMA.CO—Sri Sultan Hamengku Buwono X mengajak pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk membangkitkan semangat bahari di Indonesia. Hal tersebut ia sampaikan dalam Sarasehan 15 Tahun nDalem Notorahardjan di Jl. Palagan Tentara Pelajar, Kamis (03/05). Sarasehan ini mengangkat tema “Diplomasi Budaya, Semangat Bahari, dan Identitas nasional”.

Dengan mengutip Arus-Balik karya Pramoedya Ananta Toer, Sri Sultan menjelaskan bahwa kesatuan maritim Nusantara dahulu pernah berada dalam masa kejayaan dan membawa kesejahteraan. Namun kemudian arus zaman berbalik. “Kekuasaan di laut menjadi kekuatan di darat yang mengkerut ke pedalaman, kemudian menukik dalam kemerosotan,” paparnya.

Baginya, membangkitkan semangat bahari bukan bertujuan untuk menangisi kebesaran masa lalu. Akan tetapi untuk berusaha memutar balik sejarah kembalinya kejayaan masa silam itu.

“Arus-Balik dengan membangkitkan Budaya Bahari agar menjadi Semangat Bahari itulah yang menjadi tema sentral Renaisans Yogyakarta. Bahkan Renaisans Indonesia menuju Indonesia yang berperadaban maju berbasis Identitas Nasional kita sendiri,” lanjut Gubernur DIY ini.

Dalam sarasehan ini, selain sultan panitia juga mengundang Dr. Makarim Wibisono, Prof. Dr. Hasjim Djalal, Prof. Ir. Wiendu Nuryati, M.Arch., Ph.D, Prof. Dr. Mochtar Mas’oed, M.A, dan Dr. Soemadi Brotodiningrat.