KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Peneliti Fakultas Geografi UGM mengembangkan sistem peringatan dini (EWS) bencana tanah longsor sederhana dan mudah dioperasikan yang dinamai Sipendil.

Sipendil merupakan sistem peringatan dini longsor yang bekerja berdasarkan pada ambang batas hujan. Dikembangkan oleh dosen Departemen Geografi Lingkungan Nugroho Christanto, M.Sc., dan Dr. M. Anggri Setiawan, M.Sc., bersama dengan Sulkhan Nurrohman, S.Si., yang merupakan alumnus Fakultas Geografi UGM.

Alat dikembangkan menggunakan komponen sederhana yang mudah diperoleh di toko elektronik dan bahan bangunan. Tersusun atas dua komponen utama yakni pipa penampung air hujan dan box controller. Pada box controller terdapat sejumlah komponen seperti kran pelimpah, lampu LED, threshold controller , dan power.