Pakar Transportasi Alumnus UGM: Desa Selalu Jadi Penyelamat Kehidupan Kota

42
Pakar Transportasi Kerakyatan, Darmaningtyas, menilai pembangunan jaringan transportasi pedesaan dapat mengoptimalkan pengembangan desa. Foto: Ist
Pakar Transportasi Kerakyatan, Darmaningtyas, menilai pembangunan jaringan transportasi pedesaan dapat mengoptimalkan pengembangan desa. Foto: Ist

KAGAMA.CO, JAKARTA – Pakar Transportasi Kerakyatan, Darmaningtyas, ingat betul fenomena besar yang terjadi sekitar 22 tahun lalu saat krisis ekonomi terjadi.

Fenomena itu adalah kembalinya orang urban ke desa secara berbondong-bondong.

Hal yang membuat orang urban pulang tak lain karena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) besar-besaran dari perusahaan.

Orang urban yang pulang itu lantas membelanjakan pesangonnya untuk membeli sepeda motor. Mereka banting setir menawarkan jasa ojek.

“Baik untuk ngojek di kampung, maupun dipakai kembali ke kota setelah perekonomian pulih,” kata Darmaningtyas dalam webinar KAGAMA Inkubasi Bisnis (KIB) XV yang digelar PP KAGAMA, Minggu (11/10/2020) malam.

Baca juga: Launching Canthelan Keempat KAGAMA Bengkulu, Rohidin Mersyah Sampaikan Pesan Motivasi

“Makanya ojek di Jakarta meledak sehabis krisis,” terang alumnus Fakultas Filsafat UGM angkatan 1982 tersebut.

Darma melihat, fenomena sama terjadi pada krisis akibat pandemi Covid-19 saat ini.

Orang-orang desa yang merantau ke kota pulang ke kampung halamannya.

Artinya, kata Darma, desa selalu menjadi penyelamat dari kehidupan kota. Hanya saja, desa punya problem serius.

Misalnya, sebelum ada Dana Desa, infrastruktur jalan tidak memadai. Kemudian, desa tidak tersedia jaringan transportasi pedesaan. Baik untuk mobilitas orang maupun produk peternakan, pertanian, dan perikanan.

Baca juga: Menko Airlangga Berharap Anggaran PEN Bisa Terserap 100 Persen di Akhir Tahun 2020