KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan meteran listrik pintar. Alat tersebut dapat meminimalisir terjadinya mati listrik akibat hubungan singkat (korsleting) maupun beban berlebih.

Mereka adalah Oca Tantya Saputra, Damai Bela Nusantara, Muhammad Yasirroni, Dimas Pulung Herjuno, dan Aliefya Fadhila Ramadhani yang merupakan mahasiswa Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik. Kelimanya mengembangkan sebuah alat untuk meminimalisir mati listrik yang diberi nama SMART (Solusi Metering Adaptif untuk Rumah Tangga).

Oca menjelaskan SMART berfungsi sebagai komponen pelengkap meteran listrik PLN. Alat diletakkan di jaringan listrik rumah tangga untuk meminimalisir listrik padam akibat permasalahan dari sisi pelanggan.

“Ketika terjadi overload, maka listrik hanya padam pada peralatan yang kita pilih saja, misalnya pada AC. Begitu juga ketika terjadi short circuit, listrik hanya padam pada perlatan yang mengalami korsletting saja.” terangnya.

SMART didukung dengan aplikasi mobile yang mampu memonitor penggunaan daya listrik di suatu rumah.
SMART didukung dengan aplikasi mobile yang mampu memonitor penggunaan daya listrik di suatu rumah.

SMART didukung dengan aplikasi mobile yang mampu memonitor penggunaan daya listrik di suatu rumah. Aplikasi ini bekerja dengan konsep preventif dan responsif. Dalam upaya preventif, SMART akan memberikan pop up notifikasi yang akan muncul di smartphone pengguna apabila penggunaan daya sudah mencapai batas yang ditetapkan, misal 90% dari penggunaan daya total.