KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Mahasiswa UGM berpartisipasi dalam The 14th Association of Pacific Rim Universities (APRU) Multi-Hazards Symposium 2018 pada 20-24 Oktober lalu di  di The Australian National University, Canberra, Australia.

Mereka adalah Muhammad Dzaky Alfajr Dirantona (Manajemen 2015) dan Naufal Fadhlullah Sayuti (Hukum 2014). Keduanya merupakan delegasi termuda yang ikut serta dalam forum tersebut.

Dzaki menyebutkan dalam konferensi itu mereka menyampaikan presentasi ilmiah berjudul “On Building Resilience: Universitas Gadjah Mada (UGM) Student Community Service – Community Empowerment Learning (SCS-CEL)”.  Memaparkan tentang kapasitas dan kontribusi akademisi UGM  dalam mitigasi bencana melalui program Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM).

“Kami mengambil studi terhadap bencana tanah longsor di Desa Giritirta, Kabupaten Banjarnegara,” jelasnya.

Naufal menambahkan mereka memperesentasikan hasil penelitian dalam panel Universities, Education, Lessons to be Learned, Risk and Resilience. Pada panel tersebut, presentasi dan diskusi lebih berfokus kepada bagaimana hubungan akademisi, pemerintah daerah dan nasional dapat berkontribusi melalui pendidikan untuk meningkatkan efektivitas mitigasi bencana.

APRU merupakan konferensi internasional bergengsi yang bertujuan untuk menggali riset-riset terkait upaya meminimalisir risiko bencana di kawasan rawan bencana di Pacific Rim. Dalam penyelenggaraannya bekerja sama dengan International Research Institute of Disaster Science (IRIDeS) mengangkat tema “Risk, Resilience and Reconstruction: Science and Governance for Effective Disaster Risk Reduction and Recovery in Australia and the Asia-Pacific”.(Humas UGM/Ika)