SOSOK, KAGAMA.CO— Wajah Teguh Suparman tampak sumringah. Kamis (19/04) adalah hari bahagia dalam hidupnya. Ia berhasil mengantarkan putri sulungnya, Retnaningtyas Susanti (Tyas), lulus sebagai Doktor Pariwisata dari UGM. Ditemui Tim Kagama di Kantor Pusat Keamanan Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (PK4L) Sektor Barat, ia menceritakan pengalamannya membesarkan Tyas.

“Dulu saya sebagai pegawai UGM punya angan-angan anak saya bisa kuliah di UGM. Awalnya, saya sempat ragu, saya cuma pegawai rendah, apa bisa? Eh kok ndilalahe (kebetulan_red) setelah tahun 2003 lulus dari SMA 1 Turi, Tyas mendaftar di antropologi dan diterima”, ujar Teguh menjelaskan.

Pilihan Tyas untuk melanjutkan kuliah di UGM tentu memberikan tantangan tersendiri bagi Teguh. Kala itu pembayaran kuliah menggunakan sistem SPP dan BOP. Awalnya Teguh harus mengeluarkan uang sebesar 5 juta rupiah untuk membayar uang gedung. Merasa keberatan, lalu Teguh menemui pihak rektorat untuk memohon keringanan.