Kembangkan Jamu Berbasis Kearifan Lokal, Farmasi UGM Bakal Gelar Festival Jamu Internasional

45
Jamu berpotensi besar dikembangkan secara inovatif melalui teknologi, formulasi dan cara penyajiannya. Foto: Humas Farmasi
Jamu berpotensi besar dikembangkan secara inovatif melalui teknologi, formulasi dan cara penyajiannya. Foto: Humas Farmasi

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Selama ini, herbal dikembangkan melalui track sebagai obat, namun juga berpotensi besar dikembangkan sebagai suplemen atau bagian dari Life Style.

“Dan di era sekarang, jamu berpotensi besar dikembangkan secara inovatif melalui teknologi, formulasi dan cara penyajiannya,” ungkap Dekan Fakultas Farmasi UGM Prof. Dr. Agung Endro Nugroho, S.Si., M.Si., Apt dalam kunjungannya ke Dinas Kesehatan Provinsi DIY pada Jumat (12/7/2019).

Delegasi Farmasi UGM terdiri dari Dekan dan Dr.rer.nat Ronny Martien (Dosen bidang Teknologi Farmasi).

Delegasi diterima langsung oleh drg. Pambajun Setyaningastutie, M.Kes selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DIY, didampingi Dra Hardiyah Juliani M.Kes., Apt (Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Dinkes Provinsi DIY) dan Drg. Yuli Kusumastuti M.Kes. (Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Provinsi DIY).

Baca juga: Aplikasi Game Meet Pharmy, Kenalkan Dunia Kefarmasian kepada Anak-anak

Dalam kesempatan tersebut, Dekan juga menyampaikan konsep pengembangan herbal atau jamu berbasis kearifan lokal Indonesia yang akan diimplementasikan melalui Festival Jamu Internasional bertajuk “Menjamu Dijamu” yang akan digelar pada 14-15 November 2019.

Dengan menggandeng beberapa stakeholders, acara tersebut bakal digelar bersamaan dengan kegiatan 3th International Conference on Pharmacy Education and Research Network of ASEAN (ASEAN Pharmnet 2019) yang bertemakan “Exploring the Local Wisdom for Advanced Pharmacy Education and Research”.

Sinergi Dinas Kesehatan DIY

Pada kesempatan yang sama, drg. Pambajun Setyaningastutie menyambut baik konsep pengembangan herbal atau jamu yang berbasis kearifan lokal Indonesia.

Pihaknya berharap pengembangan tersebut bisa disinergikan dengan Program atau Kegiatan dari Dinas Kesehatan Provinsi DIY. (TH/Humas Farmasi)

Baca juga: Dr. Sampurno, MBA, Apt., Merasa Mendapat Berkat Tersembunyi dari Farmasi