Kata Diaspora KAGAMA: Masyarakat AS Hampir Tak Mengenal New Normal

132
Dosen Pariwisata UGM sekaligus kandidat doktor Arizona State University, Popi Irawan bercerita tentang kondisi AS selama pandemi Covid-19. Foto: Dok Pri
Dosen Pariwisata UGM sekaligus kandidat doktor Arizona State University, Popi Irawan bercerita tentang kondisi AS selama pandemi Covid-19. Foto: Dok Pri

KAGAMA.CO, AS – Covid-19 pertama kali muncul di Amerika Serikat pada Januari 2020, tepatnya di Washington DC.

Kemudian mulai bertransmisi pada Februari 2020 dan 3 hari setelahnya ditemukan kasus kematian pertama akibat Covid-19.

Dosen Pariwisata UGM sekaligus kandidat doktor Arizona State University, Popi Irawan mengungkapkan, pada pertengahan Maret 2020 AS mengumumkan status darurat Covid-19 untuk beberapa negara bagian.

“4 hari setelahnya, penularan sudah sangat masif hingga ke-50 negara bagian yang ada di AS.”

“Sejak saat itu, jumlah kasus terus berkembang dan AS menjadi negara dengan kasus positif Covid-19 terbanyak di dunia hingga sekarang. Arizona menjadi negara bagian yang berada di peringkat ke-7 di AS untuk jumlah kasus,” terangnya.

Baca juga: Upaya yang Harus Dilakukan Indonesia untuk Membasmi Pelecehan Seksual di Dunia Pendidikan

Hal tersebut dia sampaikan dalam webinar series, bertajuk Hidup Di Bawah Wabah: Polemik Normal Baru, yang digelar oleh Fakultas Ilmu Budaya UGM, beberapa waktu lalu secara daring.

Tidak berbeda jauh dengan Indonesia, kata Popi, kebijakan pertama yang diberlakukan AS setelah Covid-19 mewabah yaitu mengimbau masyarakat untuk stay at home dan physical distancing

Popi yang tinggal di negara bagian Arizona, sejauh ini belum pernah mendengar adanya kebijakan lockdown dari pemerintah selama pandemi Covid-19 berlangsung di AS.

Masyarakat AS juga sepertinya tak mengenal istilah new normal. Meskipun ada kebijakan stay at home dan physical distancing, kata Popi, masyarakat cenderung berperilaku normal sejak awal pandemi hingga hari ini.

“Suasana kota di AS tidak berubah, lalu lintas antar negara-negara bagian masih lancar-lancar saja.”

Baca juga: Direktur BukaPengadaan Alumnus UGM Ungkap Peluang Bisnis Ritel Indonesia di Masa Pandemi