Jadi Destinasi Wisata Premium, Begini Strategi Menteri Basuki Mempercantik Labuan Bajo

78
Labuan Bajo merupakan destinasi premium, jadi hasil kerja mesti artistik. Foto: Istimewa
Labuan Bajo merupakan destinasi premium, jadi hasil kerja mesti artistik. Foto: Istimewa

KAGAMA.CO, FLORES – Sebagai salah satu destinasi unggulan wisata Indonesia, Labuan Bajo bakal memiliki wajah baru.

Hal itu disusul dengan kegiatan penataan kawasan yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dam Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun 2020.

Salah satu yang dilakukan adalah melanjutkan penataan kawasan waterfront Labuah Bajo guna mendukung peningkatan jumlah dan durasi kunjungan wisatawan.

Pasalnya, Labuan Bajo yang berada di Pulau Flores merupakan gerbang bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Pulau Komodo, Pulau Rinca dan Pulau Padar.

Melancir laman resmi Kemenerian PUPR, pada Selasa (21/1/2020), Menteri Basuki mengungkapkan bahwa upaya peningkatan kunjungan wisatawan bakal dilakukan secara bertahap, yakni dengan pembenahan infrastruktur sebagai prioritas.

Ada lima zona yang akan dikembangkan oleh Kementerian PUPR, meliputi Zona A yang akan dibangun zona pejalan kaki dengan fasilitas nyaman, termasuk taman, kios, dan menara pandang di bukit Pramuka.

Zona B merupakan lanjutan pengerjaan yang dilakukan oleh Kementerian PUPR di Kampung Air, yang meliputi penataan ruang terbuka dengan tema “Tangga Bajo”.

Baca juga: Demi Kesehatan dan Keselematan Kerja Pembatik, UGM Luncurkan Desa Sehat Batik di Kulonprogo

Adapun pada Zona C akan dilakukan penataan dermaga dengan melebarkan ruang publik lebih menjorok ke laut dengan membangun sculpture, fasilitas ruang tunggu, kantor pengelola, dan plaza festival.

Sementara pada Zona D yang merupakan kawasan Pantai Marina, bakal dikelola oleh ASDP Kementerian BUMN dengan penyelarasan trotoar di sepanjang Jalan Sukarno-Hatta bawah.

Kementerian PUPR juga menata dan mengembangkan Kawasan Kuliner Kampung Ujung yang dibangun oleh kementerian PUPR pada 2017-2018 berupa tenda dengan warna selaras, agar wisatawan dapat menikmati kuliner dan berswafoto.

Selain mengembangkan atraksi wisata, Kemeterian PUPR melalui DItjen Bina Marga juga meningkatkan fasilitas Jalan, menata trotoar, dan drainase dengan dilengkapi jalur pedestrian yang nyaman dengan desain yang artistik.

“Labuan Bajo merupakan destinasi premium, jadi hasil kerja mesti artistik. Mudah-mudahan pada tahap selanjutnya akan lebih baik, mulai dari penataan lanskap, lighting, dan lain-lainnya,” ucap alumnus Fakultas Teknik UGM ini. (Ezra)

Baca juga: Masa Studi Tak Sesuai Target, Melinda Malah Jadi Lulusan Terbaik FTP UGM