KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ir. Wiratno, M. Sc., menyebutkan perhutanan sosial terbukti mampu menggerakkan perekonomian masyarakat yang tinggal di kawasan hutan.

“Contoh nyatanya adalah Hutan Kemasyarakatan Kulonprogo atau yang lebih dikenal di media sosial sebagai Desa Wisata Kalibiru,” ucapnya, Kamis (16/11/2017) di Fakultas Kehutanan UGM.

Dalam kesempatan itu Wiratno hadir untuk menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Perebutan Ruang kelola: Refleksi Perjuangan dan Masa Depan Perhutanan Sosial di Indonesia” dalam puncak peringatan Dies Natalis Fakultas Kehutanan UGM ke-54.

Wiratno mengatakan bisnis swafoto di Kalibiru telah membuktikan bahwa perhutanan sosial dapat meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat di sekitar hutan. Dari bisnis ini masyarakat mendapatkan keuntungan kotor hingga Rp5 miliiar per tahun.

Contoh keberhasilan perhutanan sosial lainnya, seperti yang dilakukan oleh masyarakat Desa Namo Sialang dan Sei Serdang, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Leuser. Mereka berhasil mengembangkan ekowisata yang berhasil menggerakkan roda perekonomian warga sebesar Rp12 miliar setiap tahunnya.