BULAKSUMUR, KAGAMA. Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk Education for Sustainable Development (ESD). Kegiatan ESD dilakukan di Desa Panjengrejo Pundong Bantul.

Kegiatan ESD dilaksanakan oleh tim FKG UGM yang terdiri dari drg.Pramudya Aditama, MDSc., drg.Fimma Naritasari, Leny Pratiwi A.S, MDSc. Awaluddin Nurhasan, SE. Bekerja sama dengan Puskesmas Pundong Bantul, kegiatan ESD kali ini mengambil tema “Menuju Desa Sehat Gigi dan Mulut 2030.”

Tim FKG UGM memberikan pelatihan kepada KADEGI (Kader Kesehatan Gigi) di Puskesmas Pundong Bantul. Pelatihan tersebut terdiri dari dua tahap, yakni tahap pertama pada 2016 dan tahap kedua pada 2017.

Pelatihan tahap kedua dilakukan pada 12 Juli 2017 di Puskesmas Pundong Bantul. Pada pelatihan tahap dua ini tim lebih menekankan pada bagaimana kader dapat melakukan edukasi kesehatan gigi yang baik serta cara penggunaan media promosi kesehatan gigi yang baik. Media yang digunakan di antaranya leaflet dan alat peraga gigi.

Setelah melewati pelatihan tahap kedua, KADEGI akan terus dibina setidaknya empat buan kedepan oleh tim FKG UGM. Pembinaan tersebut dilakukan tiap bulan untuk terus memberikan materi terkait kesehatan gigi dan mulut kepada KADEGI. Pembinaan tersebut dilaksanakan berbarengan dengan kegiatan di Posyandu.

“Disitulah para kader akan memberikan edukasi tentang kesehatan gigi dan mulut serta melaksanakan semacam deteksi dini penyakit yang dapat menjangkitnya,” ujar Leny, Rabu (19/7/2017).

Para kader yang diterjunkan akan mendeteksi gigi berlubang dan gigi kotor masyarakat yang hadir di Posyandu. Pendeteksian tersebut akan membantu Puskesmas setempat untuk mengetahui kesehatan gigi para warganya lewat data yang terkumpul oleh para kader di Posyandu. Dengan demikian, warga yang mengalami sakit gigi dapat segera dirujuk di Puskesmas.

“Kami berharap Desa Panjangrejo dapat dijadikan sebagai desa percontohan yang sadar akan kesehatan gigi dan mulut. Hal ini terlihat dari antusiasme para KADEGI dalam menjalankan tugasnya sebagai kader kesehatan gigi di masyarakat,” ujarnya.

 

Sumber : Humas UGM