KAGAMA.CO, BULAKUMURFintech menjadi salah satu bagian perkembangan digital ekonomi di dunia dan juga terjadi di Indonesia. Hal itu menunjukkan perkembangan teknologi juga merambah  dunia keuangan sebagai metode pembayaran dan akan menggantikan pembayaran secara konvensional dengan uang kertas.

Guru Besar FEB UGM Prof Dr Sri Adiningsih dalam seminar Jogja Entrepreneurs Fintech Expo 2018, Sabtu (10/2/2018) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UGM menyampaikan fenomena ketakutan akan daya beli masyarakat yang menurun dan akan hilangnya lapangan pekerjaan yang lama dengan digantikan oleh lapangan pekerjaan baru hanya sebuah ketakutan belaka.

“Pada waktu sekarang ini, saya sering melihat dan mendengar kalau daya beli masyarakat menurun dan akan hilangnya lapangan pekerjaan yang lama dan digantikan dengan lapangan pekerjaan baru. Ketakutan tersebut dengan data yang ada tidak benar. Karena, konsumsi masyarakat malah meningkat dan lapangan pekerjaan itu akan dapat menyesuiakan dengan perkembangan dunia,” ungkap Sri Adiningsih yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Presiden.

Menurut Sri Adiningsih, persoalan ketakutan masyarakat akan hilangnya lapangan pekerjaan yang lama ini adalah sebuah hal yang tidak perlu ditakutkan. Karena, terdapat contoh sebuah perusahaan iklan Yogya yang sangat terkenal pada awal berkembangnya dunia digital perusahaan itu tutup. Namun kemudian, perusahaan tersebut melakukan penyesuaian dengan perkembangan digital dan sekarang menjadi perushaan iklan yang telah mendunia dengan kliennya dari belahan dunia.

“Pada hal dahulu perusahaan tersebut hanya melayani iklan Jogja saja. Namun, dengan perkembangan dunia digital bisa melayani klien dari belahan dunia,” tegas Prof Sri Adiningsih.