Enam Langkah yang Harus Dilakukan Indonesia dalam Mengembangkan Energi Baru dan Terbarukan

565
Dosen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika UGM, Ahmad Agus Setiawan, menjelaskan tentang pentingnya pengembangan Energi Baru dan Terbarukan di Indonesia. Foto: Saksara
Dosen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika UGM, Ahmad Agus Setiawan, menjelaskan tentang pentingnya pengembangan Energi Baru dan Terbarukan di Indonesia. Foto: Saksara

teknik KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Kondisi yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19 cukup mengagetkan.

Pasalnya, tidak ada satu pun orang yang mampu memprediksi.

Bagi Ahmad Agus Setiawan Ph.D, kondisi hari ini menunjukkan bahwa hidup kita hari ini sangat vulnerable (rentan) terhadap kondisi dari masa ke masa yang selalu berubah.

Karena itu, Dosen Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika UGM ini menyebut Indonesia harus fokus terhadap sains dan teknologi.

Sebab dua hal tersebut punya dampak signifikan terhadap peningkatan kondisi hidup masyarakat.

Baca juga: Cerita Fira Sasmita Jadi MC Virtual yang Penuh Tantangan

Karena itu, Agus menegaskan bahwa sains dan teknologi harus diwujudkan dalam bentuk kebijakan dan aksi nyata.

Pernyataan ini disampaikan Agus dalam webinar Transisi Energi Pasca Pandemi dalam Bidang Energi Baru dan Terbarukan yang diadakan Dewan Energi Mahasiswa UGM, Sabtu (18/7/2020).

Jika dikaitkan dengan energi, Agus melihat bahwa Indonesia saat ini wajib berpacu dalam pengembangan energi yang berkelanjutan.

Pasalnya, kondisi Indonesia hari ini sudah sangat berbeda dari beberapa dekade lalu.

“Generasi kelahiran 90 sampai 2000-an mungkin tidak pernah merasakan bahwa dulu Indonesia punya Sumber Daya Alam yang kaya, seperti minyak,” kata Agus.

Baca juga: Ketua IGEGAMA Ingin Harumkan Nama Fakultas Geografi dan Merangkul Semua Alumnus