RUSIA, KAGAMA – Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Wahid Supriyadi meninjau pabrik mobil terkenal di Rusia, GAZ, Selasa (7/2/2017). Peninjauan tersebut dilakukan dalam rangkaian kunjungan kerja ke kota Nizhni-Novgorod, sekitar 400 km timur Moskow. Sementara, di Indonesia, GAZ dikenal dengan kendaraan jenis jip yang sangat populer di tahun 1970-an dan umumnya dimiliki kalangan TNI.

“Itu adalah jip tipe 69 yang dirancang tahun 1946 dan mulai diproduksi massal tahun 1953,” ujar Vadim Sorokin, Presiden dan CEO GAZ Group. “Namun, pada tahun 1956 produksi jip ini dipindah ke pabrik UAZ di kota Ulyanovsk,”lanjut Vadim Sorokin.

Obrolan tentang jip GAZ tersebut membuka pertemuan Dubes RI untuk Rusia merangkap Belarus Wahid Supriyadi dengan CEO GAZ Group Vadim Sorokin di markas GAZ di kota berpenduduk terbesar kelima di Rusia tersebut.

Gambaran jip GAZ 69 yang kuno, besar, kaku, kuat, dan boros “Made in Russia” tersebut sirna ketika Dubes Wahid meninjau “production line” pabrik GAZ. Di dalam pabrik, seluruh siklus perakitan kendaraan menggunakan teknologi modern termasuk robot, dilakukan mulai dari pembuatan chasis, suspensi, pengelasan bodi mobil, pengecatan hingga ke produk jadi yang siap dilempar ke pasar dalam maupun luar negeri.

Pabrik GAZ menspesialisasikan diri pada produksi kendaraan komersial ringan dan sedang (kendaraan penumpang Gazelle), bis, truk berat termasuk multipurpose vehicle 4×4 drive merek Sobol dan Gazon, mesin dan komponen otomotif. Pabrik GAZ juga merakit sedan merek Skoda Jeti dan Octavia serta VW Jetta.

Untuk dapat menembus pasar Indonesia, Dubes Wahid mengusulkan kepada Presiden Gaz Group agar berpartisipasi dalam Indonesia International Motorexpo maupun Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang diselenggarakan tiap tahun mengingat merek GAZ sudah cukup dikenal di Indonesia.

“Tahun 2016 lalu, produsen sepeda motor Rusia “Ural” berpartisipasi dalam ajang GIIAS dengan memajang model moge era Perang Dunia II dengan jizspan berkapasitas mesin 750 cc. Melalui pameran ini, minat penggemar moge Indonesia terhadap Ural cukup baik,” ujar Dubes Wahid kepada CEO Gaz Group.

Sehari sebelumnya Senin (6/2/2017) Dubes RI berturut-turut diterima oleh Gubernur  Valery Shantsev, Walikota Ivan Karnilin, mengadakan round table discussion dengan pengusaha dan industriawan setempat serta pertemuan dengan Presiden University of Nizhni Novgorod. Gubernur Shantsev dan Dubes Wahid membahas berbagai kemungkinan kerjasama kedua negara, antara lain dalam bidang industri manufaktur, perdagangan, pariwisata, budaya, dan juga pendidikan.

“Provinsi Nizhniy Novgorod menghasilkan berbagai barang dan jasa yang siap memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia,” ujar Gubernur Shantsev.

Dubes Wahid pada sambutannya menyatakan, selain produk CPO yang menjadi andalan ekspor Indonesia ke Rusia, Indonesia dapat menawarkan ekspor buah tropis dan sayur-sayuran, khususnya apabila nanti armada Garuda Indonesia jadi terbang ke Moskow. Dubes juga mengundang Gubernur Shantsev dan kalangan pengusaha Nizhni Novgorod untuk menghadiri Festival Indonesia ke-2 di Hermitrage Garden, Moskow, 4 -6 Agustus 2017 yang didahului dengan Business Forum pada 4 Agustus 2017.

Dalam pertemuan dengan Walikota Nizhni Novgorod Ivan Karnilin dibahas peluang kerjasama di bidang sosial, pendidikan dan pariwisata. Di bidang pariwisata antara lain dalam bentuk promosi budaya dan wisata dalam rangka meningkatkan angka kunjungan satu sama lain. Sedangkan di bidang pendidikan dibahas kemungkinan meningkatkan jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Nizhni Novgorod.

Dubes Wahid melannjutkan pertemuan dengan Wakil  Kepala Dinas Perindustrian Nizhni Novgorod, Kepala Dinas Pariwisata dan pengusaha bidang kendaraan multipurpose, pupuk urea, dan galangan kapal laut. Juga, bertemu Presiden Lobachevsky State University of Nizhni Novgorod – National Research University (UNN) Profesor Roman Strongin. (Sumber: KBRI Moskow/rts)