Dubes Djauhari Beberkan Kunci Sukses Tiongkok Tangani Virus Corona

64
Dubes RI untuk Tiongkok jebolan UGM, Djauhari Oratmangun membabar secara tuntas kunci sukses Tiongkok dalam mengatasi wabah virus corona. Foto: Radio Elshinta
Dubes RI untuk Tiongkok jebolan UGM, Djauhari Oratmangun membabar secara tuntas kunci sukses Tiongkok dalam mengatasi wabah virus corona. Foto: Radio Elshinta

KAGAMA.CO, BEIJING – Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, membabar soal kondisi terakhir Tiongkok pasca terkena wabah Covid-19.

Hingga kini, ada 20 provinsi di Tiongkok yang telah dinyatakan nol atau bebas kasus virus corona.

Sementara itu, akses ke kota Wuhan, Tiongkok, telah dibuka sejak 8 April 2020 lalu.

“Bukan langsung bebas, tetapi terbatas, bahkan kota Beijing sejak 30 April menurunkan emergency response, sehingga akses untuk keluar masuk sudah lumayan,” ungkapnya.

Lulusan Fakultas Ekonomi (sekarang FEB) UGM tersebut membagi kisahnya dalam Webinar Saga Multilateral Series edisi keempat yang digelar pada Rabu (20/5/2020).

Baca juga: Manajemen Logistik Kemanusiaan Non Bencana Alam, Kunci Bertahan Hadapi Pandemi

“Fasilitas olahraga kembali dibuka, batas-batas juga mulai dihilangkan. Misalnya  di restoran. Kalau dulu hanya bisa masuk 50 orang, sekarang jadi 75 orang, bisa satu meja berempat juga.”

“Kegiatan belajar mengajar pada SD, SMP, dan SMA kembali normal. Jadi, kondisi Tiongkok mulai berangsur normal, terlihat dari kondisi lalu lintas yang kembali macet,” imbuh Djauhari.

Lebih lanjut, Dubes yang punya hobi nyanyi ini menerangkan langkah-langkah pemerintah Tiongkok dan rakyatnya dalam melepaskan diri dari pandemi virus corona.

Ada tiga hal yang diperhatikan, terutama menyangkut Hak Asasi Manusia.

“Kebutuhan dasar, seperti Kesehatan, pendidikan, dan pemulihan ekonomi masyarakat,” ungkap Djauhari.

Baca juga: Banyak yang Mengaku Beriman, Mengapa Orang Indonesia Masih Lakukan Pelanggaran Kriminal?