Diskusi KAGAMA Sulbar Jelaskan 3 Prinsip Pertolongan Psikososial Pertama dalam Masa Pandemi

54
Pengda KAGAMA Sulawesi Barat menggelar diskusi bertema Pertolongan Psikososial Pertama dalam Pandemic. Foto: Ist
Pengda KAGAMA Sulawesi Barat menggelar diskusi bertema Pertolongan Psikososial Pertama dalam Pandemic. Foto: Ist

KAGAMA.CO, POLEWALI – Diskusi daring bertajuk Pertolongan Psikososial Pertama dalam Pandemic digelar Pengurus Derah KAGAMA Sulawesi Barat, Selasa (19/5/2020).

Dua psikolog alumnus UGM menjadi pembicara dalam diskusi ini. Mereka adalah Zahira Rahmatika Makarim, S.Psi., M.Psi., dan Olaffiqih A. Y. Wibowo, S.Psi., M.Psi.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua KAGAMA Sulbar, Salman Diandra Anwar, mengatakan, diskusi ini berfokus untuk memberikan edukasi tentang pertolongan psikososial kepada masyarakat pada masa pandemi Covid-19.

“Program ini merupakan tahap pertama. Diharapkan bisa berkesinambungan di Sulbar khususnya,” kata Salman.

“Agar bisa jadi bagian kecil dan penting dalam rangka ikut serta melawan Covid-19,” terang alumnus Fakultas Pertanian UGM angkatan 1989 tersebut.

Baca juga: KAGAMA Bontang Salurkan Bantuan APD KAGAMA Care Tahap II

Alumnus UGM yang tinggal di Polewali Mandar, Hendra Sudin, membeberkan lebih lanjut mengenai agenda ini.

“Program ini merupakan tindak lanjut dari program Psychological First Aid yang digagas Fakultas Psikologi UGM dengan melibatkan Pengda KAGAMA di seluruh Indonesia,” katanya.

Dalam pemaparannya, Zahira dan Olaffiqih menyampaikan prinsip utama dalam sistem PFA (Psychology First Aid).

Kata mereka, PFA terdiri atas tiga prinsip. Pertama, look (melihat). Yakni mempelajari situasi di lapangan sehingga tahu bantuan apa yang sudah ada.

Selain itu, juga alur koordinasi di lapangan dan prosedur keselamatan apa yang harus dilakukan kepada pasien Covid-19.

Baca juga: Dubes Djauhari Beberkan Kunci Sukses Tiongkok Tangani Virus Corona