”Perbedaan harus direduksi. Yang harus dieksploitasi adalah persamaan sehingga timbul solidaritas,” terangnya.

Selain Menhan dan Kapolri, seminar tersebut juga diisi oleh Gubernur Lemhannas Letjen TNI (Purn.) Agus Widjojo, Dirjen Politik dan Pemerintahan Mayjen TNI (Purn) Soedarmo, Kepala UKP PIP, serta masih banyak lagi.

Ir. A. Budi Setiyono, M.M., selaku Ketua Kamenwagama sekaligus Ketua Panitia Seminar Nasional menyampaikan bahwa harapannya melalui kegiatan seminar dapat menghidupkan kembali sikap dan perilaku warga negara dalam mencintai tanah air disesuaikan dengan bidang profesionalnya masing-masing.

Setidaknya, lebih dari 250 peserta hadir mengikuti seminar tersebut. Peserta berasal dari berbagai instansi dan unsur masyarakat, yaitu perwakilan dari Satuan Resimen Mahasiswa seluruh PTN dan PTS se-Indonesia, Taruna Akademi Militer dan Akademi Polisi maupun Sekolah Tinggi Ikatan Dinas, Pusat Studi Pertahanan, Pakar Bela Negara dari UGM, Perwakilan Instansi Pemerintah dan Kementrian, serta turut hadir pada kesempatan tersebut, Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M. Eng., D. Eng., Kapolda D.I.Yogyakarta Brigjen Ahmad Dofiri, Karo Penmas Div Humas Polri Brigjen Pol Muhammad Iqbal, dan para civitas akademika UGM. [*]