KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Kongres Maritim II pada Sabtu-Minggu (9-10/12/2017). Kongres ini merupakan lanjutan dari Kongres Maritim I yang telah dilaksanakan pada 2014 silam. Selain itu, Kongres Maritim II pada 2017 ini sekaligus dalam rangka memperingati 60 tahun Deklarasi Djuanda.

Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M. Eng., D. Eng. dalam sambutannya menyampaikan, Kongres Maritim  merupakan bentuk komitmen UGM dalam mengawal kebijakan maritim di Indonesia.

Menurut panitia, kongres dihadiri sekitar 350 peserta dari berbagai kalangan. Selain itu, kongres hari pertama  dihadiri  enam orang pembicara, yaitu Sultan Hamengkubuwono X yang diwakili oleh  Sekretaris Daerah DIY Ir. Gatot Saptadi, Laksamana Madya Arie Soedewo, SE., M.H (Kepala Bagian Keamanan Laut RI), dan Arif Havas Oegroseno, S. H, LL.M  (Deputi Bidang Kemaritiman), ProfDr. Hasjim Djalal, M. A (Pakar Hukum Laut Internasional, Anggota Delegasi Indonesia dalam Perundingan UNCLOS), M. Zulficar Mochtar, S.T, M.Sc (Kepala Badan Riset Sumberdaya Manusia Kementerian Kelautan dan Perikanan), L. Amrih Jinagkung, S.H, LL.M (Kementerian Luar Negeri), dan I Made Andi Arsana, Ph.D (Dosen Universitas Gadjah Mada).

Keenam pembicara membahas tentang “Kedaulatan Maritim untuk Kesejahteraan Rakyat : Mengawal Implementasi Kebijakan Kelautan Indonesia” sesuai dengan perspektif masing-masing.

Rektor UGM Prof Ir Panut Mulyono, M Eng, D Eng (tengah) didampingi dua narasumber, Deputi Bidang Kemaritiman Arif Havas Oegroseno, S. H, LL.M (kiri) dan Kepala Bagian Keamanan Laut RI Laksamana Madya Arie Soedewo, SE., M.H (kanan) [Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA]
Rektor UGM Prof Ir Panut Mulyono, M Eng, D Eng (tengah) didampingi dua narasumber, Deputi Bidang Kemaritiman Arif Havas Oegroseno, S. H, LL.M (kiri) dan Kepala Bagian Keamanan Laut RI Laksamana Madya Arie Soedewo, SE., M.H (kanan) [Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA]
Salah satu pemaparan yang cukup menarik perhatian audiens adalah pemaparan  I Made Andi Arsana  yang membahas tentang batas Maritim. Andi memaparkan, terdapat beberapa batas maritim negara yang saling tumpang tindih. Salah satunya adalah batas perairan Indonesia yang tumpang tindihas dasar laut Australia.

Selain penyampaian materi dari pembicara inti, Kongres Maritim II juga diisi dengan Sidang Kelompok. Sidang Kelompok dibuat dalam bentuk presentasi paper dari peserta terpilih. Sidang kelompok dibagi atas empat panel-panel tematik.

Sementara itu, pada hari kedua, Minggu (10/12/2017) di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta, narasumber yang menyampaikan materi sejumlah empat orang, yakni Prof. Dr. Suratman, M. Sc., Kepala Bappeda DIY Drs.Tavip Agus Rayanto.MSi, Sekda Kulonprogo  Ir. RM. Astungkoro, M. Hum., dan Guru Besar Fakultas Teknik Sipil UGM Prof. Ir. Nur Yuwono, Dip.HE., Ph.D. serta  Dr. I Made Andi Arsana selaku moderator.  [Hendiliana]