Bupati Kutai Timur Alumnus UGM Luncurkan Aplikasi My Aspal Pengganti Pasar Ramadan

223
Dengan aplikasi My Aspal, masyarakat cukup di rumah saja, nanti makanannya yang datang. Tidak perlu panas-panas, tidak perlu berdesakan, tinggal klik. Foto: Ist
Dengan aplikasi My Aspal, masyarakat cukup di rumah saja, nanti makanannya yang datang. Tidak perlu panas-panas, tidak perlu berdesakan, tinggal klik. Foto: Ist

KAGAMA.CO, SANGATTA – Kondisi ekonomi dan kebutuhan pangan terancam di masa pandemi Covid-19. Sementara di bulan Ramadan ini, ketersediaan pangan benar-benar dibutuhkan.

Untuk itu, Disperindag Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, mengupayakan adanya pasar Ramadan yang bisa diakses secara daring, demi ketersediaan pangan yang stabil.

Pihaknya bekerja sama dengan Asosiasi Pedangang Kaki Lima untuk membuat aplikasi My Aspal.

Sebuah aplikasi khusus bagi masyarakat lokal Kutai Timur yang mempertemukan para pedagang dan pembeli.

Bupati Kutai Timur, Ir. H. Ismunandar, M.T., telah meluncurkan aplikasi My Aspal pada Senin (27/04/2020) di Kantor Pemkab Kutai Timur.

Baca juga: Kembali ke Meja Kerja, Menhub Budi Karya Sumadi Ungkap Pesan Haru Usai Lawan Virus Corona

Platform yang menggandeng Aspal Amazing ini dibuat untuk menggantikan kegiatan Pasar Ramadan yang ditiadakan selama pandemi Covid-19.

Dilansir dari YouTube Samarinda TV, aplikasi My Aspal (Aspal Amazing) memuat berbagai informasi menu kebutuhan yang bisa dibeli selama bulan Ramadan.

Ada sekitar 450 PKL di Sangatta, Kalimantan Timur, telah terdaftar dalam aplikasi ini.

Pembeli hanya tinggal menunggu takjil diantar setelah melakukan transaksi. My Aspal kini juga bisa diunduh langsung di Play Store.

Ismu sangat mengapresiasi langkah yang diambil oleh Disperindag Kutim dan Asosiasi Pedagang Kaki Lima.

Baca juga: RS Akademik UGM Luncurkan Bilik Sampling untuk Tes Diagnosis Covid-19