Berbagai Keahlian yang Harus Dikembangkan Fresh Graduated untuk Memasuki Dunia Kerja di Masa Pandemi

177
Kepala Bagian Inovasi Akademik, Pusat Inovasi dan Kajian Akademik (PIKA) UGM, Wirastuti Widyatmanti, Ph.D, menuturkan, ada beberapa kesalahan fresh graduated dalam mempersiapkan diri ke dunia kerja. Foto: PIKA UGM
Kepala Bagian Inovasi Akademik, Pusat Inovasi dan Kajian Akademik (PIKA) UGM, Wirastuti Widyatmanti, Ph.D, menuturkan, ada beberapa kesalahan fresh graduated dalam mempersiapkan diri ke dunia kerja. Foto: PIKA UGM

KAGAMA.CO, BULAKSUMURFresh graduated kerap berekspektasi bahwa mencari pekerjaan tidak sesulit yang dikira.

Namun, ternyata kenyataan tersebut hampir dialami semua orang yang baru saja lulus.

Kepala Bagian Inovasi Akademik, Pusat Inovasi dan Kajian Akademik (PIKA) UGM, Wirastuti Widyatmanti, Ph.D, menuturkan, ada beberapa kesalahan fresh graduated dalam mempersiapkan diri ke dunia kerja.

“Kesalahan yang biasa ditemui misalnya, kurang cakap dalam membuat CV atau cover letter, tidak mempersiapkan wawancara kerja dengan baik, berekspektasi tinggi terhadap gaji, melamar pekerjaan yang tidak sesuai kualifikasi, tidak mengembangkan softskill dan penampilan, attitude, dan semacamnya,” jelasnya.

Hal tersebut dia sampaikan dalam acara Pembekalan Wisuda Program Sarjana dan Diploma Periode IV, Tahun 2019/2020, secara daring pada Selasa (18/8/2020).

Baca juga: Mendiang Cornelis Lay, Sosok Berjasa dalam Karier Politik Ganjar Pranowo

Wiwit menyarankan bagi para lulusan agar terus meningkatkan kualitas diri sebelum meminta apresiasi yang lebih besar.

Jika hal tersebut sudah dipenuhi, maka pekerja bisa memiliki bergaining position. Baru kemudian bisa bernegosiasi dengan perusahaan terkait apresiasi yang diharapkan.

Di samping itu, salah satu kesalahan krusial yang terlihat sepele yaitu ketidakmampuan fresh graduated sebagai pelamar kerja dalam menilai diri sendiri.

Wiwit menyebut, sering ditemui pelamar kerja yang tidak memahami kelebihan maupun kekurangan dirinya sendiri.

“Penting bagi wisudawan untuk merefleksikan diri setelah perjuangan yang dilalui. Hargai dan berterima kasihlah kepada siapapun yang sudah berperan dalam perjalanan Anda sampai ke tahap ini.”

Baca juga: Indonesia Butuh 100 Kawasan Ekonomi Baru agar Bisa Jadi 5 Besar Dunia