KAGAMA.CO, BULAKSUMUR—Nama Pertamina Tower tentu sudah tak asing bagi para mahasiswa UGM yang berasal dari kluster Sosio-Humaniora dan Justicia. Tiap mereka datang ke kampus, bangunan tujuh lantai yang terletak di sisi selatan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) ini terlihat gagah menjulang.

Saat ini, seiring dengan giatnya renovasi yang dilakukan oleh fakultas-fakultas di sekeliling FEB, kegagahan Pertamina Tower sebagai salah satu gedung tertinggi yang pernah dibangun di sepanjang jalan sosio-humaniora sudah tak terasa lagi. Akan tetapi, lima tahun yang lalu kegagahan gedung ini kerap mengundang  kekaguman para mahasiswa dari fakultas lain, yang masih berkuliah di bangunan kuno yang tak lebih dari lima lantai.

Tak jarang kekaguman itu muncul dalam candaan-candaan satir khas mahasiswa. “Tuh lihat anak FEB lebih gampang  meraih mimpi, gak kayak kita,” kata seorang mahasiswa FIB mengomentari tinggi gdeung Pertamina Tower yang melebihi tinggi Gedung Margono (salah satu gedung di FIB).

Sering kali obrolan tentang Pertamina Tower oleh mahasiswa fakultas lain hanya berakhir sebagai candaan pelipur di tengah seriusnya bangku kuliah. Kiranya menarik jika sedikit dibabar Gedung Pertamina Tower.