KAGAMA.CO, YOGYAKARTA-Mantan Dirut Perum Perhutani Dr. Ir. Transtoto Handadhari, M.Sc kembali membuat kejutan. Pasalnya, Transtoto yang tetap aktif mengabdikan diri pada kegiatan-kegiatan soal kehutanan kembali melahirkan sebuah perkumpulan baru di bawah koordinasi GNI-BERBANGSA.

Perkumpulan ini dibentuk dalam rangka pemuliaan dan pemanfaatan ular-ular berbisa dan juga biota-biota berbisa lainnya yang bernilai medis. Perkumpulan ini diberi nama Cobra Husada Indonesia (CHI), dideklarasikan pada Minggu (02/09/2018) di Omah Elabu, Yogyakarta.

Demo proses pengambilan bisa Cobra.(Dok: CHI)
Demo proses pengambilan bisa Cobra.(Dok: CHI)

Pihaknya menjelaskan, asal mula ilmu tentang ular berbisa tersebut merupakan warisan dari Letnan TNI AU Pur. Margono. Ilmu ular berbisa nusantara tersebutlah yang kini diadopsi dalam Perkumpulan CHI-Club.

Jenis hewan reptilia berkaki ini diakui Transtoto mempunyai banyak manfaat, terutama di bidang pengobatan. Bahan-bahan yang diambil dari ular Cobra, kata Transtoto, maupun ular berbisa lainnya dan diproses menjadi obat berupa bisa utama, empedu, hati, jantung dan lainnya.

“Wujud utama bahan pengobatan antara lain berupa serum bisa ular (dalam tiga tingkatan), penawar berbagai bisa dan racun, bubuk belang, baret merah, minyak ular, bisa kering,” terang Transtoto.