Kamis, 18 Juli 2024 | 19:07 WIB

PP KAGAMA

SEJARAH
Dalam pidato peringatan Dies Natalis ke-7 UGM, pada 19 Desember 1956, Rektor UGM Prof. Dr. Sardjito mengemukakan gagasan dibentuknya organisasi persatuan para alumnus Universitas Gadjah Mada. Ini dilatarbelakangi harapan beliau adanya feedback dari semua alumni untuk perbaikan kurikuler. Karena itu, pertemuan-pertemuan dengan putera-putera keluaran UGM sangat diperlukan.

Dengan terpeliharanya hubungan baik, maka persatuan dan kesatuan alumni akan tetap terjaga. Di samping itu, Universitas juga akan mendapat petunjuk mengenai cara hidup alumni UGM dalam memberi isi kepada Pancasila.

Pada 1957, mulai terselenggara berbagai pertemuan para alumni dari berbagai fakultas. Selanjutnya, dalam peringatan Dies Natalis UGM pada Desember 1958, Ir. Soewarno didesak oleh Panitia Dies Natalis Dewan Mahasiswa UGM untuk mengambil inisiatif pertama menyelenggarakan musyawarah pembentukan organisasi persatuan alumni.

Dengan bantuan panitia dies itu, pada tanggal 18 Desember 1958 di Yogyakarta berhasil diselenggarakan musyawarah para alumni UGM pertama dan dihadiri alumni dari berbagai kota. Dari musyawarah ini lahirlah organisasi “Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada” disingkat KAGAMA, dengan Ketua Prof. Ir. Heman Johannes dan Sekretaris Ir. Suwarno.

Dalam Munas I berhasil dicetuskan ciri-ciri KAGAMA, yakni: (1). KAGAMA adalah organisasi kekeluargaan dan bukan organisasi politik; (2). KAGAMAA berdiri di luar UGM, tetapi menjalin hubungan yang erat dengan UGM. (3). Keanggotaan KAGAMA diperoleh secara pasif, yaitu seorang alumnus UGM otomatis menjadi anggota KAGAMA. (4). Yang dimaksud UGM dalam hubungannya dengan KAGAMA, bukan saja UGM yang diresmikan Pemerintah Rl tanggal 19 Desember 1949, tetapi juga perguruan-perguruan tinggi yang lebih dulu ada dan menjadi ernbrio UGM sebagaimana tercantum dalam PP 23 Tahun 1949; (5), Yang disebut sebagai alumnus UGM (Anggota KAGAMA) adalah seseorang yang memiliki ijasah dari UGM, mulai dari propadeuse sampai yang tertinggi, yaitu gelar Doktor dan Doktor Honoris Causa.

EDISI TERBARU