Investasi Sehat Rakyat untuk Negara Kuat

38

Hidupkan 4 Sehat 5 Sempurna

Di antara fokus promosi gizi ini adalah pada untuk membentuk pondasi kesehatan SDM. Di antara yang terpenting adalah pencegahan stunting atau kerdil. Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 Kemenkes menunjukkan angka prevalensi stunting di Indonesia mencapai 24,4 persen. Lumayan menurun dibanding dua tahun sebelumnya yang 27 persen. Presiden Jokowi mencanangkan stunting tinggal 14 persen pada 2024.

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi dan infeksi berulang. Pertumbuhan otak yang tidak optimal bisa menurunkan kualitas sumber daya manusia. Mereka bisa tidak optimal pula dalam produktivitas, bahkan bisa menjadi beban.

Maka, kini kampanye dilakukan sejak dini. Yakni kepada para remaja putri dan calon pengantin atas pentingnya melahirkan bayi yang sehat dan bebas dari stunting. Seperti diketahui, masa emas pertumbuhan otak ini pada 1000 hari pertama kehidupan, sejak dalam kandungan hingga dua tahun.

Kini perlu digerakkan lagi ikhtiar pemerataan “4 Sehat 5 Sempurna”. Selain mencegah stunting, pemenuhan asupan yang seimbang dan cukup akan membuat SDM kita makin sehat, energik, serta mencegah asupan berlebihan yang bisa mengganggu kesehatan. Untuk ini perlu digalakkan sebagai gerakan nasional “4 Sehat 5 Sempurna”, tak hanya oleh Kementerian Kesehatan tetapi seluruh elemen pemerintah dan masyarakat.

Bayi sehat bebas stunting dan SDM yang sehat berkualitas menjadi modal penting bagi Indonesia pada 2045. Saat ulang tahun Indonesia Emas itu diprediksi Indonesia menjadi negara ekonomi terbesar ke-4 di dunia.

Di masa itu Indonesia ditargetkan sudah menjadi negara maju. Momen bersejarah itu memang masih 23 tahun lagi. Untuk itu langkah terencana perlu terus diperkuat, agar capaian “Indonesia Emas” itu tak menjadi ilusi semata. (*)

Jagaddhito Probokusumo
Residen Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah FKKMK UGM-RSUP Dr Sardjito dan Pengurus IDI Surabaya