Selasa, 18 Juni 2024 | 02:56 WIB

Pesona Gotong Royong Wirausaha Bunga Telang G2R Tetrapreneur Sendangsari

Pilihan

Sementara Tenaga Ahli dan Konseptor G2R Tetrapreneur Rika Fatimah menyatakan bahwa kemiskinan bukan sekadar indikator perhitungan ekonomi ‘berapa rupiah’ namun merupakan ‘budaya’ yang di dalamnya sarat dengan aspek kehidupan atau lebih tepatnya ‘berkehidupan’ yang seperti apa yang menjadi ‘pilihan’ masyarakat tersebut.”

“Kenapa saya katakan ‘pilihan’ karena pada hakekatnya tidak ada yang namanya ‘miskin secara ekonomi’ namun yang ada adalah ‘miskin berkehidupan’.”

Baca juga: G2R Tetrapreneur, Inovasi Ikon Perempuan Indonesia dalam Kewibawaan Ekonomi Keluarga

“Sebaik apapun program dan intervensi oleh berbagai pihak diupayakan untuk masyarkat termasuk program-program pemerintah baik daerah hingga pusat, jika berkehidupannya masyarakat tersebut sudah ‘terbudayakan miskin’ yaitu enggan berilmu, enggan menempatkan dirinya sebagai bagian penting dari kehidupan bernegara hingga enggan untuk bermasa depan maka hakekatnya adalah suatu upaya yang hampa.”

“Karena penanggulangan kemiskinan pada hakikinya bukan tentang keekonomiannya namun adalah tentang kemanusiaannya yang beradab dan berkemandirian dalam berkehidupan,” pungkas Rika Fatimah.

 Foto Bersama Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D (Tenaga Ahli G2R Tetrapreneur – jilbab biru), Drs. Tri Saktiyana, M.Si (Penjabat Bupati Kulon Progo - Batik), Suhardi (Lurah Sendangsari - kemeja biru), Sigit Rahmanto, S.Pd (Carik Sendangsari- kemeja putih), serta tim G2R Tetrapreneur Sendangsari (jilbab merah yang mengapit). Foto: G2R Tetrapreneur

Foto Bersama Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D (Tenaga Ahli G2R Tetrapreneur – jilbab biru), Drs. Tri Saktiyana, M.Si (Penjabat Bupati Kulon Progo – Batik), Suhardi (Lurah Sendangsari – kemeja biru), Sigit Rahmanto, S.Pd (Carik Sendangsari- kemeja putih), serta tim G2R Tetrapreneur Sendangsari (jilbab merah yang mengapit). Foto: G2R Tetrapreneur

Oleh karena itu, sejak tahun 2021, model G2R Tetrapreneur Sendangsari merupakan salah satu model yang digunakan dalam Desapreneur binaan Diskop UKM DIY.

Model G2R Tetrapreneur merupakan inovasi visioner birokrasi Gubernur DIY dan segenap jajaran Pemda DIY sejak tahun 2018 bersama akademisi Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D, (Founder, Konseptor & Tenaga Ahli G2R Tetrapreneur, Dosen Senior Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) yang secara apik bergotong royong mewujudkan Desa Mandiri Budaya DIY melalui elemennya yaitu Desa Budaya, Desa Wisata, Desa Prima dan Desapreneur.

Baca juga: G2R Tetrapreneur Kawasan Sosialisasikan Inovasi Branding Ikon Perdesaan Kebumen

Per tahun 2022, turunan produk unggulan ikon G2R Tterapreneur Sendangsari berupa telang tubruk dan keripik telang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Abu Yazid, S.I.P., M.M. (Kepala Bagian Standarisasi dan Pelayanan Publik Biro Organisasi Setda DIY), Wisnu Hermawan SP, MT. (Kabid Pelayanan Kewirausahaan Koperasi UKM Dinas Koperasi dan UKM DIY), Drs. Tri Saktiyana, M.Si (Penjabat Bupati Kulon Progo), Untung Waluyo (Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik), Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D, (Founder, Konseptor & Tenaga Ahli G2R Tetrapreneur, Dosen Senior FEB UGM), Suhardi (Lurah Sendangsari), serta jajaran terkait. (*)

 

 

 


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA