Senin, 24 Juni 2024 | 08:35 WIB

G2R Tetrapreneur, Inovasi Ikon Perempuan Indonesia dalam Kewibawaan Ekonomi Keluarga

Hubungan Kait

Gambar 5: Paparan Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D. yang Berjudul “G2R Tetrapreneur for Hers: Inovasi Ikon Perempuan Indonesia dalam Kewibawaan Ekonomi Keluarga” dalam Seminar "Perempuan, Politik dan Pemberdayaan Ekonomi." Foto: G2R Tetrapreneur
Paparan Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D. yang Berjudul “G2R Tetrapreneur for Hers: Inovasi Ikon Perempuan Indonesia dalam Kewibawaan Ekonomi Keluarga” dalam Seminar “Perempuan, Politik dan Pemberdayaan Ekonomi.” Foto: G2R Tetrapreneur

Rika Fatimah P.L. menambahkan bahwa WWU Index merupakan sintesa hubung kait antara fitrah perempuan dan perspektif manajemen bisnis, terutama produktivitas dan kualitas atau Women Performace Maintenance (WPM) dan Women Satisfaction
Maintenance (WSM) di lingkungan bekerja (lihat gambar).

Lebih lanjut, Rika Fatimah P.L., ST., M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa keberadaan seorang perempuan atau women existance dapat dipetakan secara kaumulasi dari pencapaian WPM dan WSM-nya ke dalam sebuah piramida pemenuhan kebutuhan.

Baca juga: G2R Tetrapreneur dan BRIN Berkolaborasi Bumikan Ekonomi Pancasila

Pemenuhan ketahanan hubungan suami istri dan anak atau keluarga (husband and wife relationship, children atau family’s matters) berada pada piramida terbawah (sebagai dasar) atau utama.

Selanjutnya pada piramida tingkat kedua yaitu pemenuhan kesehatan dan kebutuhan rumah tangga (health matter and household).

Pada piramida tingkat ketiga terdapat pemenuhan pendidikan (fulfillment of education), dilanjutkan keempat yaitu pengembangan keterampilan, pendidikan dan kreativitas (skill, knowledge, and creativity).

Pada piramida teratas atau tingkat kelima terdapat kemerdekaan bergerak atau berkarya (freedom of movement).

Baca juga: Global Gotong-Royong Tetrapreneur (G2R) Roh Ikonik dan Visioner Global Indonesia

Pemetaan dan pengukuran permaban bekerja bersama inovasi model G2R Tetrapreneur for Hers tersebut dapat menjadi suatu best practice dan identifikasi room for improvement terhadap keaslian fitrahnya perempuan.

Nantinya dapat dipergunakan sebagai sebuah Indeks dalam pengambilan keputusan peningkatan kualitas dan produktivitas dengan pendekatan yang lebih terfokus, efisien dan prioritas oleh pembuat kebijakan dan yang terlibat di lingkungan bekerja perempuan pada khususnya dan pada umumnya pula.

“Pengembangan G2R Tetrapreneur for Hers dan WWU Index, diharapkan untuk menjadi sebuah barometer baru yang digunakan sebagai rujukan standar nasional maupun global.”

“Selain itu, dapat dijadikan sebagai rujukan pembuatan kebijakan pemerintah yang mendukung wanita yang bekerja sehingga lebih harmoni bersama pasangan dan keluarganya menuju peradaban masyarakat yang lebih apik dan visioner,” pungkas Rika Fatimah. (*)


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA