KKN UGM Bantu Pengembangan Inovasi Produk Kopi Samosir

45
Mahasiswa KKN UGM melakukan inovasi produk dan melakukan rebranding, serta membantu mengenalkan produk kopi Samosir secara lebih luas. Foto: Firsto
Mahasiswa KKN UGM melakukan inovasi produk dan melakukan rebranding, serta membantu mengenalkan produk kopi Samosir secara lebih luas. Foto: Firsto

KAGAMA.CO, SAMOSIR – Universitas Gadjah Mada (UGM) menerjunkan tiga unit Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2022 ini.

Para mahasiswa KKN-PPM UGM ditempatkan di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Harian, Kecamatan Sianjur Mula Mula, dan Kecamatan Pangururan.

Mahasiswa KKN UGM melaksanakan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara sejak tanggal 25 Juni hingga 13 Agustus 2022.

Para mahasiswa tersebut menjalankan berbagai program dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat setempat dengan mengoptimalkan potensi agrowisata dan ekowisata melalui bidang pendidikan, kesehatan, sosial budaya dan peternakan yang berbasis ekonomi kreatif.

Baca juga: Tekan Stunting, UGM dan Danone Luncurkan Buku Seri Cegah Stunting

Di Kabupaten Samosir ini, UGM mengirimkan sebanyak 90 mahasiswa yang diterjunkan di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Harian, Kecamatan Pangruruan, serta Kecamatan Sianjur Mula-Mula.

Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah peningkatan potensi kopi untuk kesejahteraan masyarakat.

“Inovasi produk kopi Samosir menjadi salah satu program unggulan di Kecamatan Harian, Samosir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Koordinator Mahasiswa KKN UGM Unit Harian Ayu Wulandari saat menyampaikan pemaparan di hadapan Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med., Ed., Sp.OG (K), Ph.D. yang melakukan kunjungan ke lokasi KKN UGM di Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Kamis (4/8/2022), bersama dengan jajaran pimpinan universitas dan rekan-rekan media.

Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Samosir memiliki potensi kopi yang sangat besar hanya saja belum begitu dikenal masyarakat.

Baca juga: Bintangnya Ikon Wirausaha Indonesia dari Yogyakarta

Padahal kopi yang dibudidayakan di daerah ini memiliki cita rasa yang khas dan sangat enak.

“Kopi disini itu enak, sayangnya banyak yang belum mengenalnya,” jelasnya.