Psikolog UGM Jelaskan Penyebab Anarkisme Suporter Bola

87
Tindakan anarkis maupun vandalisme yang dilakukan oleh suporter sepak bola terjadi karena dipengaruhi oleh jiwa massa. Foto: Instagram @casual_ultra.indonesian
Tindakan anarkis maupun vandalisme yang dilakukan oleh suporter sepak bola terjadi karena dipengaruhi oleh jiwa massa. Foto: Instagram @casual_ultra.indonesian

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – KamiS (25/7/2022) kemarin sempat terjadi kerusuhan di Kawasan Tugu dan Gejayan Yogyakarta yang viral di media sosial.

Kericuhan tersebut terjadi sebelum pertandingan Persis Solo versus Dewa United di Stadion Moch Soebroto, Magelang saat suporter Persis Solo melewati Yogyakarta menuju Magelang.

Hal tersebut ditanggapi oleh Psikolog UGM, Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph.D., Psikolog.

Ia mengatakan tindakan anarkis maupun vandalisme yang dilakukan oleh suporter sepak bola terjadi karena dipengaruhi oleh jiwa massa.

Baca juga: UGM Gelar ICOSEAT untuk Dukung Promosi Pariwisata di Kabupaten Bangka

“Anarkisme yang terjadi pada suporter bola ini karena jiwa massa,” jelasnya belum lama ini.

Koentjoro menyampaikan bahwa seseorang atau individu akan bersikap berbeda saat berada di tengah massa atau gerombolan.

Ketika berada di tengah massa akan mendorong munculnya perilaku atau tindakan yang tidak akan dilakukan saat sedang sendiri.

“Jiwa massa ini timbul ketika berada diantara massa dan memunculkan perilaku aneh yang saat dia sendirian tidak akan berani melakukan hal-hal itu.”

Baca juga: Fitohormon Berperan dalam Retensi Tanaman terhadap Perubahan Iklim Global

“Apalagi ditambah dengan mengenakan pakaian atau atribut yang kemudian menggambarkan itu adalah satu bagian,” tuturnya.