Mahasiswa UGM Juarai Kompetisi Mahasiswa Kedokteran Asia

104
Rifkanisa Nur Faiza berhasil mengharumkan nama UGM di tingkat internasional. Foto: Humas UGM
Rifkanisa Nur Faiza berhasil mengharumkan nama UGM di tingkat internasional. Foto: Humas UGM

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Rifkanisa Nur Faiza, berhasil mengharumkan nama UGM di tingkat internasional.

Ia bersama dengan rekan timnya yakni Tim Erudite dari Universitas Sam Ratulangi, dan Universitas Indonesia (UI) berhasil meraih juara kategori Scientific Poster dari kompetisi Asian Medical Students’ Conferences (AMSC) 2022 di Korea University, Seoul, 17 hingga 23 Juli 2022.

Rifkanisa menjelaskan AMSC 2022 merupakan kompetisi yang diperuntukan bagi mahasiswa kedokteran di Asia.

Baca juga: Konsep Belanda, Jawa Jadi Hutan Lindung Semua

Kompetisi tahun ini diikuti tim-tim kuat dari 28 negara di kawasan Asia Pasifik dan Oceania.

Sebelum melaju di babak final, ia mengatakan bahwa timnya harus bersaing dengan peserta lainnya di tingkat nasional dalam Pre Conference Competition AMSC 2022 dan berhasil mendapatkan peringkat pertama.

Selanjutnya mereka mewakili Indoensia di tingkat internasional.

Baca juga: Sosiolog UGM Sebut Masyarakat Mulai Punya Kesadaran Melawan Krisis di Masa Pandemi Covid-19

“Di tingkat internasional diseleksi lagi dan sembilan terbaik berhak mengikuti final untuk mempresentasikan gagasannya.”

“Sembilan terbaik ini merupakan tim yang berasal dari Inggris, Thailand, Indonesia, India, Singapura, serta Korea Selatan,” ungkapnya.

Rifkanisa memaparkan timnya terpilih menjadi juara dengan mengajukan karya berupa systematic review dan meta analysis dengan judul “Breaking Through Barriers on Improving Balance and Gait in Parkinson’s Disease: A Systematic Review and Meta-Analysis of Virtual Reality Telerehabilitation.”

Baca juga: Kekacauan Kondisi di Dalam Usus Ada Kaitannya Ketika Covid-19 Menyerang Tubuh

Ia menjelaskan dalam karya yang mereka ajukan menekankan pada penggunaan Virtual Reality (VR) Telerehabilitation untuk meningkatkan keseimbangan dan gaya berjalan pada pasien Parkinson’s Disease (PD).