Kamis, 20 Juni 2024 | 20:21 WIB

Begini Penanganan PMK pada Hewan Ternak dan Hukumnya untuk Kurban Iduladha

Cara Penularan

Cara penularannya dapat terjadi dengan kontak langsung ataupun tidak langsung dengan hewan penderita dapat melalui droplet, leleran hidung, dan serpihan kulit.

Selain itu juga dapat ditularkan melalui vektor tak hidup terbawa mobil angkutan, peralatan, alas kandang, dan lain sebagainya.

Baca juga: Preman Bisa Jadi Key Person Penegakan Protokol Kesehatan di Pasar

Semua spesies hewan ternak berkuku genap dapat terinfeksi lewat kulit dan mukosa.

Sedangkan gejalanya adalah demam hingga 41 derajat Celsius, luka pada mulut, lidah, lubang hidung, sekitar kuku, hingga kuku bisa lepas, air liur yang berlebihan, hewan lebih sering berbaring, nafsu makan berkurang, bobot tubuh turun, produksi susu turun drastis, dan sebagainya.

“Upaya yang dapat kita lakukan untuk mengurangi penyebaran PMK adalah melakukan vaksinasi dan biosecurity, yaitu implementasi untuk mengurangi penyebaran virus PMK.”

“Yang perlu diperhatikan dalam biosecurity adalah tiga hal, yaitu kontrol lalu lintas hewan ternak, isolasi, dan sanitasi” papar Edi.

Baca juga: Solusi Penggemukan Ternak Jelang Idul Adha

Pengolahan daging hewan ternak pun harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak mengonsumsi organ-organ sapi yang menjadi organ potensi terkena PMK (kaki, jeroan, mulut, dan lidah).

“Pada intinya, daging sapi yang tejangkit PMK aman untuk dikonsumsi, dengan catatan pastikan tingkat kematangan daging, jika membeli daging di pasar pastikan daging berasal dari ternak yang sehat, dan terapkan pola sehat bersih dan cuci tangan menggunakan sabun pada saat mengolah daging tersebut.” papar Edi.

Penanganannya dapat dengan tidak mencuci daging, tapi langsung dimasak minimal 30 menit.

Jika daging dicuci memungkinkan untuk dapat menyebarkan virus melalui aliran air dari pencucian daging dan akan menginfeksi hewan yang peka terhadap lingkungan.

Baca juga: Kenangan Bersama Sosok Umar Kayam Semasa Kuliah di UGM

Selanjutnya, daging harus direbus atau diungkep dahulu baru disimpan di freezer.

Pelayuan daging selama 24 jam dalam refrigerator sebelum penyimpanan daging segar, pH daging akan turun sampai di bawah 5,9 dan hal ini akan mengginaktifkan virus.

Ir. H. Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng, Direktur Halal Research Fakultas Peternakan UGM, memaparkan hukum dan panduan pelaksanaan ibadah kurban saat kondisi PMK mengacu pada Fatwa MUI Nomor 32 Tahun 2022.


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA