Senin, 24 Juni 2024 | 08:08 WIB

Psikolog UGM Bicara Soal Tren Healing dengan Staycation

Aktivitas Ringan

Dengan melakukan aktivitas ringan yang bisa menghasilkan sesuatu dengan cepat bisa menjadikan kita merasa lebih bahagia karena mampu mencapai tujuan.

Healing dikatakan Galang harus disesuaikan dengan permasalahan yang dihadapi.

Baca juga: Dr. Pramaditya Wicaksono dan Tim Sukses Kembangkan Teknologi untuk Petakan Padang Lamun

Sebelum melakukan healing sebaiknya mencari akar persoalan yang dihadapi dan menyelesaikannya.

Setelahnya bisa melakukan healing sesuai dengan persoalan yang dihadapi.

“Cari dulu problemnya apa baru healing.”

“Misal karena ada masalah dengan rekan kerja atau atasan maka healing dengan liburan atau staycation jadi tidak cocok malah seperti melarikan diri,” ucapnya.

Baca juga: Pemerintah Diminta Tegas Tegakan Hukum agar Tidak Jatuh pada Jebakan Pangan

Ada berbagai cara untuk healing, tidak harus selalu dengan berlibur atau staycation di hotel mahal.

Ada sejumlah cara sederhana yang bisa dilakukan tanpa harus pergi jauh dan mengeluarlan banyak biaya.

Salah satunya adalah dengan mindfulness, teknik ini melatih fokus untuk memahami diri sendiri dengan apa yang dirasakan dan dialami.

“Mindfulness ini adalah salah satu teknik healing yang cukup efektif.”

Baca juga: Ternyata Paparan Sinar Matahari Pengaruhi Suasana Hati

“Contohnya bisa dengan relaksasi seperti meditasi mapun mengatur pernafasan,” jelasnya Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Psikologi UGM ini.

Cara lain yang bisa dilakukan untuk healing adalah dengan journaling. Journaling bermanfaat dalam mengekspresikan atau mencurahkan tentang apa yang dirasa maupun dipikirkan.

Teknik ini bisa dilakukan dengan cara konvensional seperti menulis jurnal harian.

Bisa juga dilakukan dengan journaling estetik seperti doodling, melukis, dan mewarnai.

Baca juga: Gertam-Nusaku Babak Baru Sejarah Reboisasi dan Penghijauan Nasional

“Dengan journaling jadi bisa melihat lagi persoalan yang dialami.”

“Kadang kita terbebani karena semua yang dipikirkan tidak pernah dicerna, problemnya dimana, karena tidak pernah dituangkan dalam bentuk apapun sehingga tidak tersentuh dengan baik,” urainya.

Galang menyampaikan healing ini perlu direncanakan dan jangan bersifat implusif.

Selain itu, healing sebaiknya dilakukan dengan memerhatikan sumber daya yang kita punya.

Baca juga: DPP Fisipol UGM Luncurkan Buku Catatan Para Mantan

“Pilih healing yang tidak memberatkan baik dari sisi keuangan maupun waktu,” pungkasnya. (*)


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA