Psikolog UGM Bicara Soal Tren Healing dengan Staycation

88
Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Galang Lufityanto, S.Psi., M.Psi., Ph.D., menyebutkan ada salah kaprah tentang konsep healing yang berkembang di masyarakat. Foto: Humas UGM
Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Galang Lufityanto, S.Psi., M.Psi., Ph.D., menyebutkan ada salah kaprah tentang konsep healing yang berkembang di masyarakat. Foto: Humas UGM

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Healing dengan berlibur atau staycation kini tengah menjadi tren yang cukup populer dikalangan milenial.

Benarkah berlibur ke destinasi wisata kekinian atau menginap di hotel mewah dianggap menjadi cara healing?

Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Galang Lufityanto, S.Psi., M.Psi., Ph.D., menyebutkan ada salah kaprah tentang konsep healing yang berkembang di masyarakat.

Konsep healing saat ini dimaknai dengan liburan atau staycation, padahal healing adalah proses penyembuhan diri secara psikologis.

Baca juga: Kagama Sumatera Selatan Berbagi Kasih untuk Korban Kebakaran di Desa Sungsang I

“Healing itu proses membuat psikologis kita jadi sehat lagi atau proses menyembuhkan, mengobati diri secara psikologis,” terangnya, Rabu (12/4/2022).

Galang menjelaskan liburan bisa menjadi pilihan healing apabila persoalan yang dihadapi terkait dengan padatnya pekerjaan sehingga tidak punya waktu untuk beristirahat.

Healing dengan liburan atau staycation menjadi cara yang pas untuk mengurai kelelahan kerja atau burn out.

Kegiatan refreshing dikatakan Galang bukan berarti identik dengan kata liburan.

Baca juga: Kagama Pemalang Kolaborasi dengan Bappeda Entaskan Kemiskinan di Kabupaten Pemalang

Namun bisa dilakukan dengan membuat proyek-proyek kecil di rumah.

Misalnya mengerjakan hobi seperti mendesain, memasak, menjahit, dan lainnya.