Pemberian Sinbiotik Dapat Tingkatkan Status Gizi Anak Stunting

66
Sinbiotik berpengaruh positif signifikan terhadap mikrobiota usus yang dapat menginduksi SCFA, menurunkan disbiosis dan meningkatkan asupan dan status gizi anak stunting. Foto: Instagram zdravo_crevesje
Sinbiotik berpengaruh positif signifikan terhadap mikrobiota usus yang dapat menginduksi SCFA, menurunkan disbiosis dan meningkatkan asupan dan status gizi anak stunting. Foto: Instagram zdravo_crevesje

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Stunting masih menjadi persoalan kesehatan di tanah air.

Salah satu penyebab kondisi gagal tumbuh ini adalah kurangnya asupan zat gizi (malnutrisi).

Pencegahan stunting biasanya difokuskan pada perbaikan gizi, terutama asupan zat gizi mikro.

Sejumlah penelitian melaporkan bahwa intervensi mikronutrien tidak dapat mencegah stunting.

Relative microbiota yang immature berkorelasi dengan pengukuranantropometri pada anak-anak di Bangladesh dan Malawi, tetapi hanya sebagian dapat diperbaiki dengan asupan nutrisi.

Baca juga: Dosen UGM Kembangkan Teknologi Big Data dan Cloud untuk Mitigasi Covid-19 serta Bencana

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa gut microbiota yang terganggu dalam jangka panjang kemungkinan kecil dapat diperbaiki dengan asupan nutrisi.

“Modulasi keragaman komposisi gut microbiota kini menjadi salah satu target treatment untuk mengatasi disbiosis penyebab kejadian infeksi dan intervensi menggunakan sinbiotik powder adalah salah satu cara untuk memodulasinya,” tutur Delima Citra Dewi Gunawan, saat ujian terbuka program doktor FKKMK UGM, Kamis (17/3/2022).

Ia menjelaskan intervensi sinbiotik (kombinasi probiotik dan prebiotik) powder dapat memodulasi atau merubah komposisi gut microbiota dengan menghambat pertumbuhan bakteri patogen, meningkatkan respon imun dan kesehatan saluran cerna sehingga terjadi peningkatan penyerapan zat gizi.

Hal tersebut dikarenakan sinbiotik powder dapat membantu dalam produksi metabolit yang bermanfaat bagi kesehatan saluran cerna yaitu Short Chain Fatty Acid (SCFA) sehingga dapat menurunkan angka kejadian stunting di Indonesia.

Baca juga: Peneliti UGM Dapat Beri Masukan untuk Agenda Strategis Presidensi Indonesia G20

Berawal dari hal itu Delima meneliti pengaruh konsumsi sinbiotik powder selama 90 hari terhadap perubahan profil gut microbiota (Lactobacillus plantarum, Bifidobacterium dan Enterobacteria), karakteristik feses, short chain fatty acid, asupan zat gizi dan status gizi pada balita stunting di Rumah Pemulihan Gizi Yogyakarta.

Balita yang berada di Rumah Pemulihan Gizi berperawakan pendek akibat mengalami stunting karena kekurangan gizi kronis dan penyakit infeksi yang berulang.

Suplementasi dengan sinbiotik powder diharapkan dapat modulasi keragaman komposisi gut microbiota untuk mengatasi disbiosis yang terjadi pada anak stunting.

Mikrobiota usus berperan penting dalam penyerapan zat gizi dan mempercepat perbaikan status gizi untuk mendukung tumbuh kembang anak stunting.

Baca juga: YPHI Diakui Bikin Terobosan Signifikan dalam Sejarah Pengelolaan Hutan di Tanah Air