Minggu, 23 Juni 2024 | 11:52 WIB

Dosen UGM Kembangkan Teknologi Big Data dan Cloud untuk Mitigasi Covid-19 serta Bencana

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Pandemi Covid-19 yang melanda dunia semakin mempercepat dirupsi dan munculnya berbagai inovasi berbasis teknologi mulai dari aplikasi pendeteksi penyakit hingga aplikasi untuk mendukung interaksi ekonomi masyarakat.

Salah satunya pengembangan teknologi big data dan cloud computing untuk membantu penanggulangan pandemi yang dilakukan Dosen dan Peneliti Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika, FMIPA UGM, Dr. Mardhani Riasetiawan.

Mardhani beserta tim mengembangkan analisis big data dan cloud computing untuk mitigasi penyebaran Covid-19 di tanah air.

Analisis big data yang dihasilkan berhasil memprediksi dan memonitor gelombang pertambahan kasus yang disebabkan mobilitas warga.

Selain itu, inovasi tersebut membantu daerah-daerah yang mengalami lonjakan kasus.

Baca juga: FTP UGM dan YESSA Jepang Kerja Sama Pemberdayaan Masyarakat Selopamioro

Dengan memiliki monitoring riil dari data di lapangan memudahkan pemerintah daerah dalam mengambil keputusan mitigasi.

“Mitigasi penyebaran Covid-19 di Indonesia telah dijalankan selama pandemi berlangsung dengan mengumpulkan data-data pertambahan kasus harian yang melibatkan lebih dari 200 orang relawan data di seluruh Indonesia.”

“Para sukarelawan mengumpulkan data secara harian dari fasilitas kesehatan, lokasi pemakaman, dan sumber data dari internet secara harian,” paparnya, Selasa (15/3/2022).

Mardhani mengungkapkan pengembangan analisis big data untuk mitigasi penyebaran kasus Covid-19 di Indonesia tersebut dimulai sejak 13 Maret 2021.

Baca juga: YPHI Diakui Bikin Terobosan Signifikan dalam Sejarah Pengelolaan Hutan di Tanah Air

Kondisi saat itu belum ada peta dan pola persebaran pandemi.

Namun ia dan tim telah memulai analisis menggunakan big data melalui Respons Covid-19 Indonesia (covid19.gamabox.id).

“Saat itu analisis big data untuk Covid-19 telah dikembangkan untuk diimplementasikan di Myanmar,” jelasnya.

Selain mengembangkan teknologi big data dan cloud computing untuk mitigasi Covid-19, Mardhani dan tim juga mengembangkan konvergensi teknologi big data dan cloud computing untuk menyediakan informasi terkini (real time) dan informasi peringatan dini bencana tanah longsor.

Konvergensi ini diwujudkan dalam pengembangan G-Connect (GamaBox Connect) sejak tahun 2016 hingga 2021.

Baca juga: Duta Besar RI dan Menteri Media Massa Sri Lanka Sepakat Gali Potensi Kerja Sama Perkuat Hubungan Kedua Negara

G-Connect mengembangan tools yang dapat mendeteksi pergerakan tanah longsor, kondisi lingkungan dengan sensor.

Data terkumpul secara real time dan dikirimkan dengan jaringan internet kualitas rendah ke server big data di UGM secara berkala dan terjadwal.

Mardhani menjelaskan bahwa peralatan tersebut dapat bekerja secara mandiri karena didukung oleh solar power dan kemudahan mobilisasi peralatan menyesuaikan perkembangan retakan longsor.

G-Connect saat ini telah tersebar di 37 titik (sebelum terkena longsor) di jalur retakan Gunung Gandul di Kabupaten Wonogiri.

Secara bersamaan implementasi G-Connect ini juga melibatkan mahasiswa KKN UGM untuk menyiapkan wilayah di Wonogiri tanggap terhadap bencana.

Baca juga: Pakar Kebijakan PubliK UGM: Kebijakan JHT Tidak Sensistif pada Pekerja Swasta

Tak hanya itu, sejak tahun 2020 bersama tim Big Data Energy mengembangkan platform big data management untuk sektor energi di Indonesia yakni Gamabox Explorer.

Platform tersebut menjadi produk riset sistem big data manajemen energy yang digunakan dan sesuai dengan standar internasional pengelolaan data minyak dan gas (PPDM Standard).

GamaBox Explorer menyediakan hasil analisi produksi dan prediksi minyak dan gas dengan menggunakan pendekatan big data dan artificial intelligence yang advance sehingga memudahkan industri dalam merencanakan eksplorasi dan eksploitasi.

Pada tahun 2021 ini, GamaBox Explorer juga telah dikembangkan untuk menjadi platform analisis di area batubara, dan telah dihasilkan analisis klasifikasi kualitas batu bara dan Underground Coal Gasification (UCG).

Baca juga: Sirih Merah Potensial Percepat Penyembuhan Luka Diabetik


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA