Sabtu, 25 Mei 2024 | 18:34 WIB

Pembaharuan DTM dengan Citra ALOS PALSAR/PALSAR-2 dan SENTINEL Hasilkan Data Terkini serta Akurat

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Kondisi Digital Surface Model (DSM) dan Digital Terrain Model (DTM) bersifat statis global menjadi persoalan utama di Indonesia.

DSM dan DTM tersebut menampilkan kondisi data lama terkait permukaan objek dan topografi.

DTM statis global tidak bersifat terkini karena belum merepresentasikan kondisi terain terkini akibat perubahan dinamika topografi.

“Pada kenyataannya, topografi bersifat dinamis karena terjadi deformasi atau pergerakan sehingga diperlukan pembaharuan DTM untuk mengatasi permasalahan DTM statis global tersebut. Pembaharuan DTM merepresentasikan kondisi wilayah dengan topografi terkini dan dinamis,” kata Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ir. Atriyon Julzarika, S.T. M.Eng., saat promosi program doktor Teknik Geodesi UGM secara daring, Rabu (2/2/2022).

Persoalan lain data DSM dan DTM umumnya belum dilakukan koreksi kesalahan tinggi untuk menghilangkan anomali tinggi pada DEM.

Lalu, akurasi vertikal DSM dan DTM yang rendah, ketersediaan data mentah untuk pembuatannya, biaya mahal dalam pembuatannya, dan waktu pembuatan relatif lama.

Berawal dari persoalan itu Atriyon mencoba menyusun model pembaharuan DTM menggunakan citra ALOS PALSAR/PALSAR-2 dan Sentinel-1 untuk topografi dinamis.

Langkah ini mengandung maksud pembaharuan dilakukan untuk area topografi luas dan dinamis, harga datanya murah, dan mudah diakses.

Baca juga: UGM Siap Lakukan KBM Bauran bagi Seluruh Mahasiswa


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA