Besar Potensi Cuan bagi Pemuda untuk Garap Pertanian di Era Digital

114
Desa Apps menggelar Bincang Desa seri #34 dengan tema “Mendulang Peluang di Era Pertanian Digital : Peran Generasi Muda dan Strategi Menembus Pasar Ekspor” dapat membuka wawasan pemuda untuk terjun di sektor pertanian. Foto: Desa Apps
Desa Apps menggelar Bincang Desa seri #34 dengan tema “Mendulang Peluang di Era Pertanian Digital : Peran Generasi Muda dan Strategi Menembus Pasar Ekspor” dapat membuka wawasan pemuda untuk terjun di sektor pertanian. Foto: Desa Apps

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Di tahun 2020, dalam menghadapi era pandemi Covid-19, sektor pertanian merupakan satu-satunya konsisiten dan tumbuh positif, selain sektor komunikasi dan jasa.

Sektor peretanian berkaitan dengan penumbuhan hajat hidup manusia dan bisa menjadi sektor andalan.

Hal tersebut karena perubahan pola kebiasaan di rumah, meningkatkan bisnis online marketing yang menumbuhkan penjualan-penjualan online, yang pada tahun 2020 meningkat hampir 300 persen dan sebagian besar terkait dengan produk pangan.

Pendapat itu disampaikan Yuli Sri Wilanti, Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Hortikultura Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam Bincang Desa seri #34 dengan tema “Mendulang Peluang di Era Pertanian Digital : Peran Generasi Muda dan Strategi Menembus Pasar Ekspor” yang digelar Desa Apps, Sabtu (11/12/2021).

“Hal ini bisa menjadi kesempatan bagi anak muda untuk menjadi alternatif pekerjaan baru.”

“Namun demikian, hingga hari ini, distribusi masih menjadi masalah, petani memproduksi banyak tapi tidak tahu menjual kemana,” ungkap Yuli.

Kemenko Perekonomian, menurutnya, mendorong integrasi hulu dan hilir dengan membangun ekosistem.

Baca juga: Pengembangan Produk UMK dan Halal DIY bisa Optimal dengan Inovasi G2R Tetrapreneur