Senin, 24 Juni 2024 | 06:08 WIB

Ternyata Menggambar Bisa Atasi Kecemasan Akibat Covid-19

Baca juga: Kapgama Berikan Bantuan Protein Hewani kepada Masyarakat Terdampak Covid-19

“Beberapa cabang pikiran tersebut melibatkan emosi, takut, khawatir. Hal ini disebut monkey mind,” jelas Gartika.

Menurut Gartika, gangguan kecemasan di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu hal yang wajar.

Menggambar, kata Gartika, bisa jadi salah satu cara membantu mengatasi kecemasan.

Senada dengan Gartika, Patrica Meta Puspitasari, Psikolog Klinis Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah, sebagai narasumber kedua menjelaskan kegiatan menggambar merupakan salah satu jenis terapi seni.

Patrica berujar, seniman Inggris Adrian Hill pada tahun 1942 menciptakan istilah ini setelah ia pulih dari penyakit tuberkulosis.

Baca juga: KAGAMA Siapkan Peti Mati Gratis untuk Penanganan Covid-19 di Solo Raya

“Adrian Hill menemukan manfaat dari menggambar dan melukis sebagai upaya pemulihannya dari rasa sakit.”

“Valuenya ada pada ketika pikiran dan jari-jari tangan menikmati proses menggambar dan proses melepaskan emosi negatif yang muncul akibat kecemasan selama menderita penyakit.”

“Menggambar dilihat sebagai sebuah proses tidak dipandang hasil gambarnya bagus maupun jelek,” ujar Patrica.

Menurut Patrica, menggambar adalah mindfull activity. Saat seseorang mengalami kecemasan, tanda atau gejala kecemasan tersebut sulit disampaikan secara lisan.

Menyembunyikan emosi negatif juga menjadi budaya dalam mengatasi kecemasan.

Menurut Patrica, menggambar menjadi solusi untuk melepaskan emosi negatif dan membangun konsentrasi yang memunculkan kembali perasaan aman dan nyaman.

“Menggambar memunculkan rangsangan pada saraf dan panca indera untuk meneruskan pada otak yang mengeluarkan hormon dopamine atau hormon kebahagiaan.”

“Sehingga seseorang kembali merasakan perasaan bahagia dan sikap optimisme pun muncul,” ucap Patrica. (Ar/-Th)

Baca juga: Agus Himawan, Anak Madrasah yang Memilih Kuliah di Kampus Umum


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA