Sop Empal Muntilan Bu Haryoko, Konsisten Pertahankan Resep Leluhur

301

Baca juga: KAGAMA Keluarkan 6 Imbauan Peningkatan Kewaspadaaan atas Tingginya Laju Penularan Covid-19

Usaha kuliner ini kemudian diteruskan oleh generasi keduanya yaitu Ny. Ngalim. Baru kemudian dilanjutkan oleh Yati.

Sebagaimana para pendahulunya, daging direbus hingga matang bersama bumbu-bumbunya.

Sebagian kuah rebusan kemudian disisihkan untuk dibuat sebagai kuah sop, yang dimasak bersama bumbu sederhana seperti bawang putih, bawang merah, garam, gula Jawa, dan lada.

Dimasak secara Tradisional

Proses memasaknya sengaja memakan waktu lama, yakni sepuluh jam, supaya bumbu-bumbunya bisa meresap.

Peralatan memasaknya pun masih menggunakan alat-alat sederhana, seperti tungku dan menggunakan bahan bakar arang.

Baca juga: KAGAMA Balikpapan Bagikan Paket Makanan Bergizi untuk Para Petugas Penanggulangan Covid-19

Dengan cita rasa yang konsisten dan proses pembuatannya yang masih tradisional, membuat Sop Empal Muntilan Bu Haryoko ini semakin kental akan julukannya sebagai kuliner legendaris Muntilan.

Meskipun warung Sop Empal Muntilan Bu Haryoko minimalis, tempat ini tertata rapi dan bersih.

Warung makan hampir setiap hari ramai dikunjungi pembeli. Sebagian di antaranya adalah para pembeli yang sebelumnya sudah pernah menikmati Sop Empal Bu Haryoko, lalu kembali datang untuk menyantap. Sekitar 300 porsi sop empal ludes terjual dalam sehari.

Untuk menikmati kuliner yang lezat nan legendaris ini, pembeli hanya perlu mengeluarkan uang sekitar Rp25.000 saja, untuk satu porsi sop empal beserta nasi dan minumannya.

Selain murah harganya, Sop Empal Muntilan Bu Haryoko juga berada di lokasi yang strategis dan tidak memiliki cabang di mana pun.

Baca juga: Rimbawan KAGAMA Ajak Masyarakat Manfaatkan Sumber Daya Alam untuk Hadapi Covid-19

Warung makan ini berada di pinggir jalan, tidak jauh dari jalan utama Jogja-Magelan, tepatnya berada di belakang Klenteng Hok An Kiong.

Namun, tempat parkir sangat terbatas, kendaraan hanya bisa parkir di pinggir jalan.

Beruntungnya jalan depan warung tidak begitu ramai, tetapi pembeli tetap harus berhati-hati memarkirkan mobil, karena jalan tersebut kerap dilalui truk pasir.

Pembeli bisa berkunjung ke sini, di antara jam 06.00-15.00 WIB. Spesial Sop Empal Muntilan Bu Haryoko bisa menjadi rekomendasi sarapan pagi dan siang setelah berkunjung ke Candi Borobudur dan tempat wisata sekitar Muntilan lainnya.

Disarankan bagi pembeli untuk menyediakan banyak waktu jika ingin menikmati Sop Empal Muntilan Bu Haryoko ini, misalnya berkunjung saat hari libur.

Pasalnya, hampir setiap hari ramai dan harus menunggu beberapa menit sampai makanan datang. (Kn/-Th)

Baca juga: Ari Dwipayana: Vaksinasi Harus Inklusif, Bisa Diakses Semua