KAGAMA Balikpapan Bagikan Paket Makanan Bergizi untuk Para Petugas Penanggulangan Covid-19

51

Baca juga: Sekjen KAGAMA: Desentralisasi Harus Mampu Menyemarakkan Demokrasi dan Menumbuhkan Ekonomi Daerah

“Alhamdulillah ternyata respon anggota Kagama Balikpapan sangat baik, sehingga per 6 Juli donasi yang terkumpul mencapai Rp 15.620.000,-,” ujar Arif.

Penggalangan donasi, kata Arif, diikoordinir oleh Arry Devichanti (Ayiek) yang merupakan alumnus Antropologi UGM 1992, Hardiani Gunawan (Nunik) Sekretaris Kagama Balikpapan dan Ical Chaniago Pengurus Pengcab Balikpapan, Pengurus Pengda Kaltim dan Juga Pengurus PP KAGAMA.

Distribusi donasi dimulai dari hari Jumat (2/6/2021). Sebanyak 108 paket disalurkan tim KAGAMA Peduli.

“Distribusi makanan dan minuman memang sengaja dilakukan di hari Jumat seminggu sekali supaya mendapat berkah, dan sedekah yang paling baik dilakukan di hari Jumat.”

“Sedangkan pada Jumat tanggal 9 Juli 2021, KAGAMA kembali menyalurkan 106 paket makanan dan minuman sehat. Jumat 16 Juli 2021, yang disalurkan sebanyak 153 paket,” jelas Arif.

Sementara itu, Fajar Sulaiman, Ketua Tim Pemakaman Covid-19 di TPU KM 15 di Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, menceritakan kendalanya selama bertugas.

Cerita tersebut diperoleh Arif saat menyalurkan bantuan paket makanan dan minuman bergizi di lokasi tempatnya bertugas.

KAGAMA Balikpapan menggalang donasi untuk mendukung aktivitas penanggunalangan Covid-19. Foto: KAGAMA Balikpapan
KAGAMA Balikpapan menggalang donasi untuk mendukung aktivitas penanggunalangan Covid-19. Foto: KAGAMA Balikpapan
KAGAMA Balikpapan menggalang donasi untuk mendukung aktivitas penanggunalangan Covid-19. Foto: KAGAMA Balikpapan
KAGAMA Balikpapan menggalang donasi untuk mendukung aktivitas penanggunalangan Covid-19. Foto: KAGAMA Balikpapan

Baca juga: Inovasi yang Agung Terapkan di WIKA Berkat Nilai-nilai yang Diperoleh dari ‘Kampus Ndeso’

Fajar mengaku sudah setahun lebih bersama dengan temannya melakukan pekerjaan tersebut.

Tetapi sebagai manusia, ia mengaku tetap memiliki rasa takut dan khawatir, apalagi di awal-awal saat pandemi dan mulai ada yang meninggal dunia.

“Tapi alhamdulillah selama ini berjalan lancar karena protokol selalu diutamakan, dan meski banyak kendala di lapangan, tim pemakaman belum pernah terpapar.”

“Kendala yang pernah dialami, salah satunya adalah ketika berhadapan dengan keluarga almarhum yang tidak mau dikebumikan secara protokol Covid-19.”

“Solusinya tim pemakaman berupaya untuk menerapkan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) tentang protokol/prosedur yang harus dipatuhi dalam penanganan jenazah Covid, agar keluarga yang berduka dapat menerimanya,” ujarnya.

Selain itu, kata Fajar, karena semakin banyak jenazah yang mau dikubur, kendala lain yang dihadapi adalah membuat lubang pemakaman.

Meskipun begitu, Fajar dan tim sekarang bisa sedikit lega karena ada bantuan unit excavator untuk menggali lubang, karena sebelumnya digali secara manual.

Baca juga: Hal-hal yang Perlu Dilakukan Pengelola Wisata di Era Pandemi