Pakar UGM Paparkan Solusi Agar Negara Bisa Atasi Ketergantungan Impor Garam

76
Persoalan garam di Indonesia harus diselesaikan secara bersama oleh berbagai pihak. Foto: Ist
Persoalan garam di Indonesia harus diselesaikan secara bersama oleh berbagai pihak. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Persoalan garam di Indonesia harus diselesaikan secara bersama oleh berbagai pihak.

Antara lain dari sisi petani garam. Pasalnya, problem sosial yang telah ditemukan cukup banyak.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal KAGAMA Pertanian Prof. Dr. Ir. Achmadi Priyatmojo, M.Sc dalam Webinar Kebijakan Pembangunan Pertanian Seri 2.

Webinar bertajuk “Problematika Garam Nasional: Respons atas Kontroversi Kebijakan Impor Garam” itu digelar pada Selasa (22/6/2021).

Baca juga: Hal-hal yang Perlu Dilakukan Pengelola Wisata di Era Pandemi

“Apapun yang terjadi harus kita selesaikan bersama karena ini nenjadi persoalan kita bersama.”

“Dan harapanya dapat mensejahterakan petani penghasil garam,” ucapnya saat memberikan sambutan.

Dosen dan Peneliti Sosial Ekonomi Perikanan UGM Suadi, S.Pi., M.Agr.Sc., Ph.D. dalam kesempatan tersebut memaparkan, saat ini garam sudah berevolusi.

Garam tidak hanya sebagai penyedap rasa, namun menjadi komoditas strategis dan harus menjadi prioritas untuk ditangani dalam jangka pendek dan rencana aksi untuk jangka menengah dan panjang.

Baca juga: Gandeng Ormas Adat, KAGAMA Manado Salurkan Masker kepada Walikota Manado