Deklarasi Peduli Hutan Lestari Dipercepat

131
Pandemi Covid-19 yang belum juga dapat diduga kapan berakhirnya membuat Yayasan Peduli Hutan Indonesia mengambil langkah cepat. Foto: Ist
Pandemi Covid-19 yang belum juga dapat diduga kapan berakhirnya membuat Yayasan Peduli Hutan Indonesia mengambil langkah cepat. Foto: Ist

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Pandemi Covid-19 yang belum juga dapat diduga kapan berakhirnya membuat Yayasan Peduli Hutan Indonesia mengambil langkah cepat.

Zoom meeting seluruh pengurus Yayasan Peduli Hutan Indonesia (YPHI) yang digelar pada Senin (31/5/2021) memutuskan tidak perlu lagi menunggu redanya Covid-19.

Setelah lebih dari 1,5 tahun tertunda, Ketua Umum YPHI Dr. Transtoto Handadhari memutuskan segera dilakukan Deklarasi yang sangat penting dan bermakna tersebut.

Keputusan tersebut diambil dalam zoom meeting yang bertajuk “Review Kegiatan YPHI/GMPHI dan Langkah-langkah ke Depan”.

Dalam kesempatan tersebut, Transtoto didampingi Sekjen Dr. Asep Karsidi, Pengurus Eksekutif Dr. David, Diah Suradiredja, Dian Novarina, Euis Herawati, Ibong Sjahruzah, Erwansjah, dan Dina Hidayana.

Baca juga: Pancasila dan Dinamika Ideologi | oleh Achmad Charris Zubair

“Deklarasi peduli hutan itu sendiri akan merubah tonggak pikiran (mindset) untuk memperlakukan SDH dengan hati bersih tanpa kecurangan, melestarikan dan memperbaiki fungsi hutan sebagai life supporting system yang harus dijaga semua orang,” ujar Transtoto, alumnus Fakultas Kehutanan UGM.

Sebelumnya, duapuluh bulan yang lalu Transtoto, Dirut Perum Perhutani 2005-2008 itu mengundang seluruh rekan-rekannya yang memiliki emosi hubungan dengan hutan.

Transtoto mengajak mereka untuk melakukan dengan ikhlas permintaan maaf Rimbawan Indonesia atas rusaknya hutan Indonesia yang pernah tercatat sebagai yang terbesar di dunia.

“Rusaknya hutan dan sumber daya hutan (SDH) Indonesia sejak sekitar periode tahun 1970-1990-an yang mencapai sekitar 3,5 juta hektare per tahun tidak dapat dipungkiri lagi.”

“Meskipun telah ada upaya keras, pemerintah mengalami kesulitan melakukan perbaikannya sampai saat ini.”

Baca juga: Kagama Papua Barat Dukung Pembangunan Gedung Sekretariat Ikatan Keluarga Sunda, Jawa dan Madura di Kota Sorong