Dubes Djauhari: Indonesia Mitra Dagang Bilateral Terbesar ke-4 ASEAN

64
Dubes Djauhari menyampaikan perkembangan perdagangan Indonesia-Tiongkok yang pada Triwulan I 2021 telah mencapai hampir USD 25 miliar. Foto: KBRI Beijing
Dubes Djauhari menyampaikan perkembangan perdagangan Indonesia-Tiongkok yang pada Triwulan I 2021 telah mencapai hampir USD 25 miliar. Foto: KBRI Beijing

KAGAMA.CO, BEIJING – KBRI Beijing berkolaborasi dengan Kantor Perwakilan BI Beijing telah menyelenggarakan “China (Chongqing) – Indonesia Cooperation Forum on Investment, Trade, Culture and Tourism”.

Acara yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Chongqing itu bertempat di hotel JW Marriott, Chongqing, Jumat (21/5/2021).

Forum Bisnis juga menjadi ajang promosi budaya Indonesia melalui penampilan sanggar tari binaan KJRI Guangzhou.

Forum Bisnis diselenggarakan di sela-sela partisipasi Indonesia sebagai Guest of Honor (GoH) dalam “The Third Western China International Fair for Investment and Trade”, atau WCIFIT ke-3, di kota Chongqing, 20-23 Mei 2021.

Forum dihadiri oleh lebih dari 200 peserta daring dan luring dari Indonesia dan Chongqing, termasuk perusahaan otomotif terkenal asal Chongqing, Sokon Industrial Group Co., Ltd., yang telah berinvestasi dan memiliki pabrik di Indonesia.

Dubes Djauhari Oratmangun bersama dengan Ms. Tan Jialing, Vice Chairwoman of CPPCC Chongqing Committee, selaku co-host kegiatan, membuka Forum Bisnis.

Dubes Djauhari menyampaikan apresiasi kepada Chongqing Municipal Government yang untuk kedua kalinya sejak tahun 2019 menjadi mitra KBRI Beijing untuk penyelenggaraan Forum Bisnis.

Baca juga: Sinergi Generasi Z-Milenial dengan G2R Tetrapreneur dapat Ciptakan Berbagai Lapangan Pekerjaan

Dubes Djauhari menyampaikan perkembangan perdagangan Indonesia-Tiongkok yang pada Triwulan I 2021 telah mencapai hampir USD 25 miliar.

Hal ini sekaligus menempatkan Indonesia sebagai mitra dagang bilateral ke-13 terbesar bagi Tiongkok dan terbesar ke-4 dalam konteks ASEAN.

“Dalam periode yang sama, investasi Tiongkok di Indonesia mencapai USD 1.04 miliar, yang menjadikan Tiongkok tetap sebagai investor asing kedua terbesar di Indonesia.”

“Khusus dengan Chongqing, nilai perdagangan Indonesia-Chongqing pada tahun 2020 telah mencapai lebih dari USD 1 miliar,” jelas Dubes alumnus Fakultas Ekonomi UGM ini.

Sebagai satu-satunya negara yang berhasil mensinergikan Belt and Road Initiative (BRI) Tiongkok dengan konsep Global Maritime Fulcrum (GMF) Indonesia, Indonesia telah mengembangkan berbagai proyek kerja sama dengan Tiongkok.

Kerja sama tersebut termasuk penyelesaian konstruksi KA Cepat Jakarta-Bandung yang tidak saja akan menjadi inovasi pertama di Asia Tenggara.

Namun juga menjadi salah satu terobosan penting dalam hubungan kemitraan strategis Indonesia-Tiongkok.

Baca juga: Rimbawan Kagama: Hutan Makin Rusak, Kita Harus Bangkit!