Jumat, 24 Mei 2024 | 04:59 WIB

Aktif adalah Senjata Rivan Purwantono dalam Mengubah Takdir

Baca juga: Kagama NTB Berbagi, Dampingi Anak Yatim dan Duafa di Rumah Cerdas Mandiri

Karena itu, si pewawancara bertanya kepada Rivan apakah tahu soal Franz Magnis Suseno.

Sontak Rivan bilang tahu karena skripsinya berkaitan dengan kajian yang diangkat oleh Franz, yakni etika.

Orang yang mewawancarai Rivan adalah salah satu kepala wilayah Lippo Bank waktu itu, Budi Suharto.

Seminggu setelah wawancara itu, 1 September 1991, Rivan diterima dan langsung bekerja di Lippo Bank Semarang.

SK (Surat Keputusan) pertama yang ia dapat menempatkannya sebagai Customer Sales Representative.

Posisi ini sebenarnya tak sesuai dengan jati diri Rivan yang aktif.

Pasalnya, ia mesti duduk manis di dalam kantor ala CS (Customer Service).

Rivan bahkan sering tak mendapat jatah nasabah karena ia duduk di urutan terakhir dari tujuh customer sales yang bertugas.

Maklum, dulu belum mengenal sistem antrean. Calon klien langsung menuju ke meja pelayanan terdekat yang kosong.

“Saya kepikir, bapak itu (Budi Suharto) niat ngasih gawean aku ndak ya? Terus tak pikir-pikir, wah ini nggak bisa kalau gini,” ucap Rivan.

Baca juga: Rika Fatimah: Penggerak Utama Ekonomi Desa adalah Perempuan

“Caranya gimana ya biar nggak duduk. Ya sudah. Saya niati, akhirnya orang yang nunggu di kursi tamu itu tak deketin,” terangnya.

Sejak saat itu, Rivan selalu aktif jemput bola mengajak bicara calon nasabah yang baru masuk kantornya, dan menawarkan produk spesifik.

Pendekatan yang dilakukan Rivan tersebut memang tak lazim.

Hal itu membuat Kepala Cabang kala itu, Samuel Taher, memanggilnya tepat satu hari setelah gajian, 26 September 1991.

Hari itu juga merupakan momentum ulang tahunnya yang ke-25.

“Rivan kamu nggak cocok di situ,” ujar Samuel kepada Rivan.

Mendengar ucapan itu, Rivan degdegan dan berpikir bahwa dia bakal dipecat.

Ternyata apa yang dipikirkan Rivan keliru. Sebab, Samuel justru memindah dirinya ke posisi lain.

“Karena saya lihat kamu inisiatif, kamu pindah jadi account officer,” tutur Samuel kepada Rivan.

Posisi sebagai account officer ternyata adalah tugas yang sudah diidam-idamkan oleh Rivan.

Baca juga: Ganjar Ajak Warga Kagama Bantu UMKM di Jateng Supaya Bangkit


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA